Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Fungsi EGR atau Exhaust Gas Recirculation Pada Mesin Mobil

Ada banyak cara yang digunakan pabrikan untuk mengontrol emisi gas buang. Salah satunya adalah memasang EGR (Exhaust Gas Recirculation).

Fungsi EGR adalah untuk memasukkan kembali sebagian gas buang ke dalam mesin pada waktu langkah hisap. 

Aneh memang !

Gas buang kenapa harus dimasukkan lagi ?

Apa ya tidak kotor ?

Tetapi sepertinya memang belum ada pilihan lain untuk mengurangi NOx pada emisi gas buang. 

Catalitic converter sementar lebih berfungsi untuk mengendalikan CO dan HC saja pada gas buang. Jadi walapun mengotori intake manifold, EGR tetap digunakan.

EGR bisa anda jumpai pada mobil diesel maupun mobil bensin. Letaknya pastinya diantara intake manifold dan exhaust manifold.

Mari kita pelajari konstruksi dan cara kerjanya. 


Konstruksi dan cara kerja EGR 


fungsi egr (exhaust gas recirculation)


Komponen EGR
  1. Filter Udara
  2. Air Mass Sensor
  3. Throttle Valve
  4. Cylinder
  5. EGR Valve
  6. Electro pneumatic pressure transducer
  7. Lamda Probe
  8. Catalytic Converter
Katup EGR digunakan pada mesin bensin dan diesel yang dipasang di sisi knalpot dari blok mesin.

Silahkan lihat pada gambar diatas.

EGR valve (5) akan membuka saluran dari exhaust manifold menuju ke intake manifold setelah ECM mengaktifkan selenoid (electro pneumatic pressure transducer) untuk menarik EGR valve.

Jika dirasa NOx sudah terkendali, maka EGR valve akan ditutup kembali.

Menurut data 

Pada mesin diesel, akan mengembalikan gas buang sampai 65% kedalam silinder

Dan 

..pada mesin bensin, EGR akan mengembalikan gas buang mencapai 25%  kebutuhan silinder.

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa gas buang harus dikembalikan keruang bakar ? Bukannya pembakaran didalam silinder justru memerlukan oksigen?

Untuk memahaminya, kami mengajak anda untuk mengetahui tentang NOx.


Apa itu NOx?

Percaya atau tidak, udara disekitar kita mengandung 78% Nitrogen (N), 21% Oksigen (O2) dan sisanya adalah gas lain.

Nitrogen dan oksigen ini tidak akan pernah bercampur satu sama lain pada kondisi normal atau pada temperatur ruangan.

Dan sayangnya, ...

... Nitrogen dan oksigen akan bercampur menjadi NOx pada temperatur yang sangat tinggi.

Contohnya pada ruang bakar.

Itupun hanya terjadi jika temperatur diatas 1204 derajat celcius.

Untuk menurunkan temperatur ruang bakar agar tidak melebihi suhu diatas maka oksigen harus dikurangi.

Karena oksigen adalah yang dibutuhkan untuk pembakaran.

Prinsipnya seperti ketika kita menyalakan lilin dan menutupnya dengan gelas. Oksigen didalam gelas akan habis dan lilin akan mati.

Pada EGR ini, 

gas buang akan dimasukkan kedalam silinder sehingga oksigen akan berkurang dan selanjutnya temperatur ruang bakar akan menjadi turun. 

Hasilnya Nitrogen dan Oksigen dapat dicegah untuk menjadi NOx.

Permasalahan karena EGR

permasalahan EGR


Boleh dibilang EGR mengatasi masalah dengan masalah...

Maksudnya ?

Karena gas buang dimasukkan kembali kedalam silinder melalui intake manifold, maka bisa menimbulkan penumpukan karbon di dalam intake manifold.

Hal ini lama kelamaan akan menutup saluran hisap dan tenaga menjadi kurang karena suplai udara yang kurang.

Itu kenapa kita harus rutin membersihkan intake manifold jika mobil menggunakan EGR.

Karena tidak mau repot,..

Banyak yang mengambil jalan pintas dengan menutup EGR. Tetapi hal ini bisa menyebabkan lampu indikator mesin menyala.

Kesimpulan

Jadi untuk mengurangi NOx dipasanglah EGR. Sehingga kadar oksigen dalam udara yang masuk kedalam ruang bakar diganti dengan gas buang. 

Dengan begitu, temperatur ruang bakar akan turun dan NOx tidak terjadi. Sehingga emisi jadi lebih baik dan ramah lingkungan






Post a Comment for "Mengenal Fungsi EGR atau Exhaust Gas Recirculation Pada Mesin Mobil"

Berlangganan via Email