Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komponen Mesin Mobil dan Fungsinya

Sekarang waktunya saya mengajak Anda untuk belajar tentang komponen mesin mobil dan fungsinya.

Tetapi bukan hanya itu.

Saya akan membahas juga tentang sistem pendukung mesin. Tentu saja beserta komponen-komponennya.

Saya rasa akan sangat banyak sekali. Terlebih sekarang ini kelengkapan sistem pendukung mesin semakin banyak.

Hal ini disebabkan karena tuntutan konsumen dan pemerintah yang semakin tinggi. Seperti tuntutan dari negara-negara maju agar mesin memiliki emisi yang rendah.

Mobil juga diharapkan bertenaga besar tetapi juga efisien. Dan lain-lain.

Bagaimana kalau kita bahas lengkap?

Harapannya

Untuk Anda yang masih pemula, bisa mendapat pengetahuan tentang nama-nama komponen mesin dan fungsinya.

Dan

Untuk yang sudah berpengalaman, mungkin Anda akan menemukan beberapa pengetahuan baru.

Let's be montirpintar.

A. Komponen mesin mobil dan fungsinya

Secara umum, komponen utama mesin bensin dan mesin diesel sama. 

Tetapi 

Karena keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, tentunya akan mempengaruhi komponen-komponenya.

Sementara 

kita akan bahas terlebih dahulu komponen mesin dan fungsinya untuk mesin bensin. Dan nanti akan kita bahas perbedaanya dengan mesin diesel papa artikel lain.

Dibawah ini, terdapat ilustrasi sebagian dari komponen mesin dan kelengkapanya pada mobil Mercedes.

komponen mesin mobil

Keterangan
  1. Sistem pemasukan dan pembuangan
  2. Sistem pengapian
  3. Sistem bahan bakar
  4. Injektor
  5. Sistem starter
  6. Sistem pelumasan
  7. Komponen mesin dengan balancer
  8. Sistem pendinginan
  9. Thermostat
  10. Mekanisme katup
Tentunya gambaran diatas baru menunjukkan sebagian saja dari komponen mesin.

Selanjutnya, kita akan bahas beberapa komponen utama dan fungsinya.

1. Silinder dan Blok Silinder

Blok silinder (cylinder block) merupakan inti dari mesin. Didalam silinder terjadilah proses pembakaran yang terus menerus.

Blok mesin terbuat dari besi tuang, walaupun dewasa ini banyak yang sudah dibuat menggunakan paduan aluminium. Itu karena aluminium ringan dan mampu menghantarkan panas lebih baik dibanding besi tuang.

Dibawah ini adalah gambar blok silinder aluminium mesin bmw n20. Pada sisi sebelah kanan digambarkan proses pengerasan blok silinder dengan proses khusus.

komponen blok silinder mesin


Nama-nama bagian dari blok silinder yang digambarkan diatas adalah sebagai berikut :
  1. Oil return duct
  2. Cylinder bore
  3. Water Jacket
  4. Blow by-duct
  5. Oli bersih
  6. Oli yang belum di filter

Silinder

Sebuah silinder membentuk ruang pembakaran dengan kepala silinder, piston dan silinder liner. Selain itu silinder juga berfungsi sebagai tempat piston bergerak bolak-balik. 

Terdapat beberapa tipe silinder menurut linnernya. Tipenya yaitu tipe singgle piece type dan  linner type.

Untuk tipe singgle piece, silinder menjadi satu dengan blok. Dan untuk tipe linner type, silinder di press pada blok silinder.

Catatan tambahan tengang susunan silinder.

susunan silinder

Berdasarkan susunan silinder, terdapat empat tipe mesin. 

1. Tipe in-line
Silinder diletakkan sejajar sehingga membuat mesin menjadi panjang jika jumlah silindernya semakin banyak

2. Tipe V
Silinder ini tersusun seperti huruf V. Dibandingkan dengan tipe in-line, mesin tipe V lebih rapi. Dan jumlah bearing poros engkolnya juga lebih sedikit.

3. Tipe VR
Pada salah satu merk eropa, mereka membuat tipe VR. Silindernya tersusun seperti huruf V tetapi dengan sudut yang dekat. Kalau dilihat dari luar terkesan seperti mesin inline

4. Tipe Flat/ Boxer
Silinder tersusun dalam dua baris yang berlawanan satu sama lain dalam satu poros engkol. Dalam 
tipe ini, tinggi mesin berkurang tetapi menjadi lebih lebar.


5. Tipe W
Silinder ini tersusun seperti huruf W. Sebetulnya merupakan penggabungan dari mesin VR sehingga tersusun seperti huruf W. Tetapi dari luar terlihat seperti V engine


2. Kepala silinder

Kelapa silinder (cylinder head) dipasang pada permukaan atas dari blok silinder dan membentuk ruang bakar. Pada kepala silinder juga terdapat saluran air (water jacket) dan juga saluran oli.

Selain itu untuk mesin 4 tak terdapat lubang hisap dan lubang buang. Dan juga terdapat mekanisme katup.

Struktur kepala silinder bervariasi tergantung bentuk dari ruang bakar, lokasi poros nok, mekanisme katup, dll. 

Umumnya kepala silinder terbuat dari aluminium yang lebih efisien menghantarkan panas. Tetapi ada juga yang terbuat dari besi tuang.

3. Piston

Piston bergerak naik turun di dalam silinder untuk melakukan langkah hisap, kompresi, pembakaran dan pembuangan. Fungsi Utama piston adalah untuk menerima tekanan pemabakaran dan meneruksannya ke poros engkol melalui connecting rod.

Mari kita lihat struktur piston

1. Head
merupakan kepala piston

2. Ring grove
adalah ruangan untuk meletakkan ring piston. Umumnya terdapat tiga alur pada satu piston

3. Oil return slot
Oil return short terletak pada celah ring. Oli akan ditekan ring untuk kembali ke karter oli melalui lubang ini

4. Piston pin hole
Lubang untuk pen piston

Celah piston dengan silinder

Ketika memasang piston, kita harus ingat terdapat celah tertentu dengan dinding silinder (piston clearance). Piston clearance ini bermacam-macam tergantung mesin. Secara umum ukurannya sekitar 0,02-0,12 mm.

Penting !  Untuk lebih detail tentang piston clearance masing-masing mesin, lihat buku manual.
Kondisi ini diukur pada temperature ruang sekitar 25 C. Jika terlalu sempit, piston bisa macet saat memuai. Sehingga gesekan menjadi lebih besar dan dapat merusak mesin.

Bila celah piston berlebihan, tekanan kompresi akan kurang sehingga tenaga mesin berkurang. Dan juga oli bisa masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar.

4. Ring piston

Terdapat celah antara piston dan dinding silinder. Untuk mencegah kebocoran kompresi, dipasanglah ring piston.

Ring piston dipasang dalam alur ring (ring groove) pada piston. Diameternya lebih besar dibanding dengan piston. Dan dibuat dari baja tuang spesial agar tidak cepat merusak dinding silinder dan mudah memindahkan panas.

Ring piston yang paling bawah adalah ring oli, yang mencegah oli masuk ke ruang bakar.

Tips pemasangan

Ring piston juga akan mengembang bila dipanaskan. Maka dari itu ring piston dibuat terpotong dan memiliki celah.

Celah ini memiliki ukuran bermacam-macam. Umumnya 0,2 - 0,5 mm pada temperatur ruangan. Ketika dipasang juga sebaiknya lubang celah tidak sejajar.

5. Connecting rod dan pin piston

Connecting rod menghubungkan piston dengan poros engkol. Connecting rod merubah gerakan bolak-balik piston menjadi gerakan putar pada poros engkol.

Harus ringan, kuat dan tahan terhadap tekanan kompresi.

Penting! Connecting rod harus dipasang sesuai tanda. Bila salah pemasangan akan menutup lubang oli. 

 6. Poros engkol

Poros engkol (crankshaft) menerima tekanan pembakaran melalui piston dan connecting rod. Gerakan bolak-balik piston akan menjadi gerak putar.

Dalam mesin 4 tak, poros engkol berputar dua kali untuk menyelesaikan satu siklus kerja. Hisap, kompresi, usaha, dan buang. 

Itu artinya pembakaran terjadi satu kali setiap dua putaran poros engkol (720 derajat). Pada mesin 4 silinder, terjadi pembakaran setiap 180 derajat putaran poros engkol.

7. Bearing poros engkol

Crank pin dan crank journal menerima beban yang besar dari tekanan pembakaran. Oleh karena itu, digunakan beberapa bearing yang dilumasi dengan oli

Dilapangan kita lebih mengenal dengan metal jalan dan metal duduk.

Tiap bearing mempunyai tanda nomor bearing diatasnya. Bila akan mengganti bearing, gunakan sesuai aturan buku manual.

8. Flywheel (Roda penerus)

Flywheel menyimpan tenaga putar yang dihasilkan pada saat langkah usaha. Tenaga ini digunakan untuk langkah piston selanjutnya. Pada mobil dengan transmisi otomatis, fungsi ini digantikan oleh torque converter.

Pada flywheel terdapat ring gear yang dipasangkan dibagian luar. Yang berfungsi untuk perkaitan dengan motor starter.

9. Engine balancer

Agar putaran mesin lebih lembut, maka dipasanglah engine balancer. Ketika membongkar dan memasang, kita harus perhatikan tanda.

10. Mekanisme katup

Mekanisme katup akan kita bahas terpisah pada topik selanjutnya.


Kelengkapan mesin

1. Sistem pelumasan

Fungsinya adalah untuk melumasi bagian-bagian mesin sehingga tidak terjadi keausan. Komponennya oil pan, pompa oli, filter oli, dll

Komponen mesin, sistem pelumasan


2. Sistem pendinginan

Sistem pendinginan mesin berfungsi untuk menjaga temperatur kerja mesin. Komponennya radiator, selang-selang, thermostat, pompa air, tutup radiator, dll

kelengkapan mesin, sistem pendinginan mesin

3. Sistem pemasukan dan pembuangan

Sistem pemasukan berfungsi untuk memasukkan udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Komponennya mulai dari filter udara, intake manifold, dll

Sistem pembuangan berfungsi untuk membuang gas sisa pembakaran ke udara luar. Komponennya mulai dari exhaust manifold, dan knalpot

4. Sistem bahan bakar

Sistem bahan bakar menyuplai bahan bakar dari tangki menuju ke saluran masuk atau kedalam silinder. Komponennya mulai dari tangki bahan bakar, pompa bensin, filter bensin, injector atau karburator, dll

5. Sistem starter

Sistem starter berfungsi memutarkan mesin pada saat awam mesin hendak dihidupkan. Komponennya motor starter



6. Sistem pengisian

Sistem pengisian berfungsi untuk mengisi kembali baterai dan menyediakan tegangan untuk beban kelistrikan selama mesin hidup dan mobil berjalan.

7. Sistem pengapian

Sistem pengapian berfungsi memercikan api busi untuk pembakaran didalam mesin pada waktu yang tepat.

Komponennya kami ambil di pengapian konvensional yaitu baterai, ignition coil, distributor, kabel busi, breaker point, spark plug.


Posting Komentar untuk "Komponen Mesin Mobil dan Fungsinya"

Berlangganan via Email