Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tingkatkan Kemampuan Diagnosa Anda dengan Memahami DTC pada Mobil


Sebagai mekanik, kita harus mulai terbiasa dengan istilah DTC pada Mobil.

Karena dengan teknologi mobil yang semakin modern, banyak kerusakan akan meninggalkan DTC. Dan kita dituntut untuk bisa mengakses, memahami dan mengatasinya.

Apa tidak ada cara lain?

Agak sulit.

Dan akan semakin sulit.

Bagaimana tidak, sekelas mobil Avanza saja jika di lihat menggunakan scanner mobil sudah menggunakan 7-9 control unit.

Contoh terakhir yang saya hadapi ketika mobil tidak bisa di gas. Bersamaan dengan lampu check engine dan ABS menyala

Mungkin kalau menggunakan kebiasaan, yang akan saya ganti adalah throttle body-nya atau mungkin malah sensor pedal gas.

Tetapi

Ternyata malah penyebabnya dari tempat lain yang tidak disangka-sangka.

Yang ingin kami tunjukkan dari contoh diatas adalah; Cara kerja kita harus sedikit berubah. Dari yang awalnya menggunakan kebiasaan, kemudian menjadi wajib mengakses DTC. Dan sekarang kearah scan secara menyeluruh elektronik yang ada.

Apa itu DTC pada mobil?

DTC adalah kependekan dari Diagnostic Trouble Codes.

Banyak juga yang hanya menyebutnya dengan trouble code. Dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah fault code

Kurang lebih jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah kode-kode kerusakan. Tentu saja bukan kode kerusakan secara mekanis. Tetapi kerusakan secara elektrik atau elektronik

Jadi ketika mobil mengalami kerusakan pada sistem elektrik/elektronik akan diinformasikan kepada kita sebagai DTC.

Pada sebagian mobil yang lebih modern akan ditampilkan pada dashboard. Tetapi kebanyakan mobil hanya akan menyalakan lampu-lampu peringatan pada saat mesin hidup.

Misalnya lampu cek engine, lampu ABS, EPS dll.

DTC tersebut akan disimpan dalam memori masing-masing control unit sesuai dengan kode kerusakannya. Jadi jangan pernah cari DTC airbag ke control unit mesin.

Walaupun sebetulnya semua control unit saling berkomunikasi sehingga terkadang saling berbagi DTC.

Berikut ini adalah contoh DTC jika terdapat masalah pada mobil
  • P0005 : Fuel shutoff valve "A" control circuit open
  • P0017 : Camshaft correlation (Bank 1 Sensor B)
  • dll
Sebenarnya daftarnya cukup panjang karena ada ratusan, dan nanti akan kami buatkan daftarnya

Bagaimana, sudah ada sedikit pemahaman tentang DTC?

Jika sudah sedikit mengerti apa itu DTC, mari kita pelajari kenapa harus ditulis dengan awalan huruf P, B, C, U, dll.

Format penulisan DTC pada mobil

Awalnya kodenya DTC hanya dua digit. Dan setiap pabrikan mempunyai daftarnya masing-masing.

Sebagai contoh pada mobil Land cruiser J100. DTC yang kami dapat adalah 14 yang keterangannya adalah Timing Control System Malfunction.

Terkadang dengan mobil masih satu pabrikan, kode yang sama bisa memiliki arti yang berbeda.

Ini yang repot !

Sering membuat kebingungan para mekanik.

Akhirnya setelah lahir OBD II, banyak pabrikan sepakat dengan standarisasi kode. Sehingga kode semua merk bisa cukup seragam.

Misalnya.

Mobil Toyota mengalami masalah dengan DTC P0010, di mobil Honda juga memiliki arti yang sama. Walaupun kadang-kadang keterangannya tertulis sedikit berbeda.

Dan juga yang perlu kita tahu, format penulisannya diatur juga. Ada yang depannya B, P, C atau U.

Dibawah ini penjelasannya.
  • Body (B-Codes). Apabila kita menemui kode dimulai dengan huruf B, artinya kode kerusakan yang sedang kita hadapi adalah kerusakan pada kategori body electronic yang meliputi peralatan keamanan, kenyamanan dan safety.
  • Chasis (C-Codes). Apabila kita menemui kode yang diawali huruf C, artinya kode kerusakan terjadi pada kategori chasis yang meliputi sistem suspensi, sistem rem dan sistem kemudi.
  • Powertrain (P-Codes). Apabila kita menemui kode yang diawali huruf P, artinya kode kerusakan terjadi pada kategori powertrain yang meliputi mesin, transmisi dan yang berhubungan dengan powertrain.
  • Network (U-Codes). Untuk kode ini adalah kategori kerusakan yang berhubungan dengan jaringan antar masing-masing control unit.

Membedakan Kode Generic dan Kode Spesifik dari Pabrikan

Untuk bisa membedakan apakah kode tersebut generic atau spesifik, kita bisa melihat dari digit kedua pada DTC.

Contohnya adalah P0200. Arti DTC tersebut adalah adanya kerusakan pada bagian powertrain dan merupakan kode generic (kode tersebut secara umum digunakan oleh beberapa merk mobil). Hal tersebut dapat dilihat dari angka 0 pada digit kedua.

Jika kode dimulai dengan angka 1 seperti pada kode P1604 , artinya kode tersebut adalah kode yang unik dari merk tertentu dan model tertentu. Kode tersebut tidak akan digunakan secara umum oleh pabrik lain.

Terdapat kode lain yang menggunakan angka 2 atau angka 3 yang masih agak membingungkan buat saya. Karena artinya tergantung dari sistem apa. Kurang lebih seperti tabel berikut ini.



Powertrain Body
P0xxx - GenericB0xxx - Generic
P1xxx- Spesifik pabrikB1xxx - Spesifik Pabrik
P2xxx- GenericB2xxx - Spesifik Pabrik
P30xx-P33xx - Spesific PabrikB3xxx - Generic
P34xx-P39xx - Generic
ChasisNetwork/ Jaringan
C0xxx - GenericU0xxx - Generic
C1xxx - Spesifik PabrikU1xxx - Spesifik Pabrik
C2xxx - Spesifik PabrikU2xxx - Spesifik Pabrik
C3xxx - GenericU3xxx - Generic

Pada digit ketiga DTC juga memiliki arti sebagai berikut

Digit ketigaSistem atau sub sistem
1Sistem bahan bakar dan udara
2Sistem bahan bakar dan udara (kerusakan di sirkuit injektor )
3Sistem Pengapian
4Sistem Kontrol Emisi
5Pengontrol kecepatan kendaraan dan pengatur idle
6Output dari Control Unit
7Transmisi
8Transmisi



Sebagai contoh P04xx - artinya ada masalah pada sistem kontrol emisi. Contoh pada gambar paling atas P0299 - Turbo/Supercharge underboost.

Bagaimana Cara Mendapatkan DTC pada mobil.

Seperti yang kami bahas sebelumnya, jika salah satu lampu indikator mobil menyala saat mesin hidup artinya ada DTC pada mobil

Untuk tahu kode kerusakannya apa, kita harus menggunakan alat. Alatnya adalah scanner mobil seperti di bawah.

Untuk cara pemakaiannya, silahkan perlajari pada materi yang sudah kami buat disini

Kita bisa nebak engga?


Sayang sekali tidak bisa. Nanti hasilnya malah ganti-ganti barang yang salah. Jadi memang harus ngumpulin buat beli.

Kan ada cara jumper.

Ga semua pabrikan bagi-bagi cara jumpernya. Pin mana yang harus di jumper juga berbeda-beda lho.

Kalau punya panduannya dan daftar kodenya silahkan di coba. Kami sendiri sudah tidak menganjurkan lagi cara seperti itu.


Salam kunci





1 komentar untuk "Tingkatkan Kemampuan Diagnosa Anda dengan Memahami DTC pada Mobil"

Berlangganan via Email