Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Pelumasan Mesin Mobil, Cara Kerja, Komponen dan Fungsinya

sistem pelumasan mesin mobil

Sistem pelumasan mesin pada mobil berfungsi untuk mensuplai minyak pelumas ke seluruh bagian mesin yang bergerak didalam mesin. Sehingga keausan antara bidang-bidang yang bergesekan dapat dikurangi.

Dan harus diingat, bahwa  komponen mesin cukup banyak. Ketika komponen tersebut bergerak, maka akan bergesekan satu sama lain.

Misalnya saja piston dengan dinding silinder, poros engkol dengan main jurnal.

Akibat gesekan, maka akan timbul panas dan komponen menjadi lebih mudah aus dan rusak.Untuk itu oli pelumas melumasi secara terus menerus ke dalam bagian-bagian mesin.

Ini ibarat peredaran darah dalam tubuh manusia. Jika ada bagian yang tidak dijangkau maka mesin bisa AMBYAR !



Mari ingat-ingat tentang fungsi minyak pelumas

Fungsi pelumas bukan hanya sebagai pelumasan saja, tetapi memiliki beberapa fungsi lain yang tidak kalah penting. 

Mari sedikit kita bahas

1. Sebagai pelumas/ pelicin

Pelumasan membentuk lapisan oli mesin (oil film) pada bagian-bagian logam yang bergerak. Hal ini mencegah kontak langsung permukaan logam dengan logam lain

2. Sebagai pendingin

Dua benda yang bergesekan akan menimbulkan panas. Minyak pelumas menyerap panas yang terjadi pada bagian-bagian mesin yang dilumasi. Sehingga panas pada bagian tersebut dapat dikurangi

3. Pembersih

Pelumas harus dapat membersihkan bagian-bagian yang dilumasi. Karena pada mesin terdapat deposit yang disebabkan oleh sisa pembakaran yang dapat menimbulkan korosi agar tidak tidak mengendap menjadi lumpur

4. Perapat

Lapisan film dari pelumas dapat menahan kebocoran gas antara ring piston dan dinding silinder.

5. Pelindung

Pelumasan harus melindungi permukaan dan bagian-bagian yang dilumasi dari karat dan oksidasi.

Memang ada beberapa tambahan fungsi pelumasan. Terutama pada mesin mobil yang kompleks. Tetapi kelima fungsi diatas adalah yang utama

Cara kerja sistem pelumasan mesin

Untuk mempelajari aliran sistem pelumasan pada mobil silahkan amati gambar di bawah ini.

Jika sudah ada gambaran tentang komponennya, mari kita pelajari alirannya.
  1. Pompa oli menghisap oli dari oil pan (carter). Kemudian menekan dan menyalurkan ke bagian-bagian mesin yang bergerak. Pompa oli digerakkan oleh crankshaft dan ada juga yang diputar oleh camshaft, timing belt, dll.
  2. Filter oli akan menyaring kotoran dan oli agar tidak terbawa ke mesin.
  3. Selanjutnya oli akan dialirkan ke bagian-bagian yang memerlukan pelumasan seperti kepala silinder, poros engkol, dll
Sebagai catatan, pada mesin-mesin yang kompleks ada beberapa penambahan komponen yang memerlukan pelumasan.
  • VVT atau Valve Lift
  • Tensioner
  • Turbocharger,
  • dll

Komponen sistem pelumasan mesin mobil

Komponen ini akan kita bahas sesuai aliran dari sistem pelumasan

Carter / Oil pan / Bak oli

Oil pan berfungsi untuk menampung oli pelumas. Ketika mobil berjalan, banyak kondisi yang terjadi.

Misalnya berjalan pada kondisi menanjak, miring, on road, off road, dll. Pada posisi ini pelumas masih harus bisa disuplai. Itu kenapa carter dibuat bersekat-sekat.

Walaupun ...

... kami pernah melihat mobil yang di modif balap, carternya di modif dan dibagasi terdapat bak oli. Istilah kerennya adalah dry sump.

Dulu carter umumnya dibuat dari plat besi. Tetapi walaupun besi, tetap tidak boleh digunakan untuk tumpuan dongkrak. Karena carter akan rusak.

Masalah yang sering dijumpai adalah bocor oli pada paking carter, pada baut tap oli, carternya sudah tidak rata karena kebanyakan dicongkel. Selain itu belum ketemu.

komponen sistem pelumas mobil : carter

Pompa oli

Pompa oli berfungsi untuk mengalirkan oli mesin. Pompa oli menghisap oli yang berkumpul pada bak oli dan mebaginya ke seluruh komponen mesin seperti bantalan, piston, poros engkol, dll

Sampai saat ini pompa oli yang digunakan pada mobil ada tiga tipe.
  1. Tipe gear pump tipe internal gear
  2. Tipe gear pump tipe eksternal gear
  3. Tipe trochoid
Didalam pompa oli tadi terdapat pengatur tekanan oli (relief valve).

Ketika pompa oli digerakkan oleh mesin maka tekanan oli akan naik dan lama kelamaan tekanan akan bertambah seiring kecepatan putaran mesin.

Jika tekanan oli berlebihan, tidak baik juga untuk mesin. Hal ini bisa menimbulkan kebocoran oli dan hilangnya tenaga.

Untuk mencegah hal ini diperlukan samacam pengatur tekanan oli yaitu relief valve. Tujuannya untuk menjaga tekanan oli tetap konstan tanpa terpengaruh kecepatan mesin.


Saringan oli

Saringan oli berfungsi untuk menyaring lumpur, kotoran, dan serpihan logam-logam. Karena pelumas yang kotor akan mengakibatkan komponen mudah aus.

Jika elemen saringan tersumbat karena kotoran, maka katup by-pass akan terbuka. Dan oli kotor akan mengalir kedalam mesin.

Letak katup by-pass ini di dalam filter. Tetapi untuk filter oli model elemen letaknya ada di rumah filter.

Pendingin oli (oil cooler)

Sebenarnya komponen ini cukup jarang dijumpai pada mobil jepang. Saya lebih banyak jumpai pada mobil eropa.

Fungsi oil cooler adalah untuk menurunkan temperatur oli. 

Kita tahu oli juga menyerap sebagian panas dari mesin. Kuatirnya jika terlalu panas, maka kemampuan oli akan menurun. Untuk mencegahnya dipasang oil cooler.





Posting Komentar untuk "Sistem Pelumasan Mesin Mobil, Cara Kerja, Komponen dan Fungsinya"

Berlangganan via Email