Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Suspensi Mobil dan Komponennya

Ketika kita bekerja dibengkel, Anda akan sering menemukan bermacam-macam tipe suspensi mobil. Mulai dari suspensi rigid, suspensi independent, suspesni wisbone, suspensi dengan pegas udara, dll.

Dan pada setiap tipe suspensi, kita akan menemukan beberapa komponen yang berbeda. Atau dengan nama sama, tetapi memiliki bentuk yang berbeda.

Terkadang, beberapa dari kami juga cukup kesulitan untuk identifikasi namanya (untuk keperluan pesan sparepart). Masalah utamanya memang antara bahasa lapangan dan bahasa part catalog terkadang berbeda. Bahkan antara bahasa buku manual dengan part catalog juga berbeda.

Cerita diatas adalah sebagian kendala di lapangan. Itu sebabnya, kami ingin berbagi beberapa hal tentang sistem suspensi mobil. Tujuannya untuk memperkecil "gap" pengetahuan tersebut.

Fungsi sistem suspensi

Sistem suspensi terletak diantara bodi mobil dan roda-roda. Sistem ini dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga mobil jadi nyaman dan stabil dan juga yang tidak kalah pentingya adalah memperbaiki kemampuan cengkram roda terhadap jalan.

Bayangkan jika mobil tidak dipasang suspensi. Pasti rasanya akan seperti naik gerobak yang keras sekali.

Suspensi terdiri dari pegas, shock absorber, stabilizer dan sebagainya. Dan juga sistem suspensi digolongkan menjadi suspensi tipe rigid dan tipe bebas (independent).

3 fungsi sistem suspensi adalah..

  • Meredam getaran dan benturan dari permukaan jalan. Hal ini untuk melindungi penumpang dan barang agar aman, nyaman dan stabil
  • Menopang bodi pada axle dan menjaga geometri roda (ada hubungannya dengan spooring)
  • Memindahkan gaya pengereman dan akselerasi mobil
Bagaimana Sistem Suspensi Bekerja ?

Pada prinsipnya sistem suspensi mengandalkan pegas yang dibantu shock absorber dalam meredam kejutan jalan.

Ingat !

Berat mobil berbeda-beda, dan kegunaan mobil juga berbeda pula. Contohnya mobil sedan mengutamakan kenyamanan, sedangkan mobil pick-up mementingkan kekuatan sehingga desain dari suspensi juga berbeda-beda.

Terkadang pada beberapa mobil juga dilengkapi dengan dynamic suspension yang bisa menyesuaikan tinggi dan kekerasan suspensinya.

Komponen sistem suspensi pada mobil dan fungsinya

Sistem suspensi terdiri dari komponen berikut ini. Khusus untuk pegas dan shock absorber digunakan pada setiap sistem suspensi. Sedangkan untuk komponen lain, kemungkinan hanya digunakan pada komponen tertentu.


sistem suspensi mobil

#1 Pegas 

Anda akan menemukan beberapa tipe pegas pada sistem suspensi. Contohnya adalah pegas coil, pegas daun, pegas torsi, dan juga pegas udara.

Kita akan membahas satu persatu.

Pegas coil (Coil Spring)

Pada gambar diatas, pegas ditunjukkan dengan nomer 5. Fungsi pegas adalah menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke bodi mobil secara langsung.

Disamping itu untuk menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan.

Pada mobil terdapat beberapa tipe pegas, yaitu pegas coil, pegas daun, pegas torsi dan juga pegas udara. Kita akan mengupas satu persatu.


Pegas koil (Coil Spring) dibuat dari batang baja khusus dan berbentuk spiral

Keuntungan menggunakan pegas koil adalah daya serap kejutan dari atas yang baik, lebih gampang dibongkar pasang, lebih ringan dan lebih lembut.

Memang kelemahannya tidak terlalu bagus jika menerima kejutan dari samping atau dari depan.

Ketika mengerjakan mobil, terkadang kita akan menjumpai pegas yang kerapatannya beda. Poin penting yang harus diperhatikan adalah jangan sampai kebalik ya pasanganya. Bantinganya lain.

Hati-hati juga ketika melepas pegas koil, harus ditahan dengan alat spesial (sst). Jangan asal kendorin! Nanti bisa mental dan melukai kita.

Pegas Daun

Pegas daun (leaf spring) dibuat dari bilah baja yang bengkok dan lentur.



Pegas Batang Torsi

Pegas batang torsi (torsion bar spring) dibuat dari batang baja yang elastis terhadap puntiran.

sistem suspensi mobil dengan pegas torsi




Pegas Udara (Air Spring)

Pegas udara ini boleh dibilang berupa balon udara yang mampu meredam kejutan jalan. Dan pada tipe suspensi udara, kekerasan pegas udara dapat diatur sehingga lebih nyaman.

Sebagai contoh disamping adalah suspensi dengan pegas udara (yang seperti balon berwarna hitam). Umumnya dipasang pada mobil yang menuntut kenyamanan yang tinggi.
sistem suspensi dengan pegas udara



#2 Shock Absorber

shock absorber

Jika mobil hanya dipasang pegas, mobil akan cenderung beroskilasi naik turun layaknya pada waktu menerima kejutan.

Dan pastinya hal ini membuat berkendara jadi tidak nyaman. Makanya diperlukan shock absorber untuk meredam oskilasi yang cepat agar naik mobil jadi nyaman.

Jika bicara shock absorber, sebagai montir kita harus bisa membedakan apakah shock yang kita pegang adalah singgle acting, double acting atau didalamnya terdapat gas.

Salah satu contoh caranya adalah untuk siggle acting biasanya ringan ketika ditekan dan berat ketika di tarik pada kondisi berdiri.

Pada double acting berat ketika turun dan lebih berat ketika di tarik

Sedangkan untuk tipe gas, ketika ditekan berat dan ketika dilepas maka shock akan naik dengan sendirinya.


#3 Ball Joint

Ball joint menerima beban dari atas serta dari kanan dan kiri. Selain itu juga berfungsi sebagai sumbu putar roda pada saat membelok.

Pada beberapa mobil contohnya truk, kita harus melumasi ball joint dengan gemuk secara berkala. Caranya pompa gemuk lewat nipel ball joint.


#4 Stabilizer Bar

Berfungsi untuk mengurangi kemiringan kendaraan ketika berbelok. Kalau istilah kerennya akibat gaya sentrifugal. Selain itu juga meningkatkan daya cengkram ban pada saat belok.

stabilizer bar sistem suspensi


#5 Strut Bar

Berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak bergerak maju dan mundur pada saat menerima kejutan dari jalan. Terutama jika ada dorongan atau pada saat mengerem.

Jadi misal ada keluhan bunyi jeduk-jeduk pada saat di rem atau di gas, bisa dari sini. Tapi pastiin dulu ya mobil yang montir pintar kerjain pakai strut bar atau engga.


#6 Lateral Control Rod

Berfungsi untuk menahan axle pada posisinya dari beban samping.



Tipe Suspensi

Pada mobil, terdapat dua tipe suspensi berdasarkan konstruksinya. Yaitu tipe suspensi rigid dan juga tipe suspensi independent.

Mari kita bahas satu persatu.

Tipe Suspensi Rigid

Silahkan lihat gambar dibawah, sistem suspensi pada mobil Toyota Fortuner dan Ford Everest.

Jika dilihat tipe suspensi rigid menghubungkan roda kanan dan kiri dengan rumah gardan atau axle. Jadi kalau roda kanan naik ke trotoar, maka bodi akan terasa miring.


Suspensi Rigid dengan Pegas Daun

sistem suspensi rigid pada mobil

Gambar diatas adalah contoh suspensi rigid pada mobil yang menggunakan pegas daun.

Suspensi rigid dengan sistem trailing beam



Suspensi rigid tipe ini digunakan pada roda belakang mobil kecil dengan penggerak roda depan. Contoh mobil yang menggunakan tipe suspensi ini adalah Citroen DS5, Suzuki Swift, dll

Ingat! Tipe suspensi ini kemungkinan besar tidak boleh digunakan sebagai penumpu dongkrak. Jika dipaksa kemungkinan axle beam bisa melengkung. Kalau yang saya lihat pada citroen DS5 terdapat peringatan untuk jangan dongkrak pada batang suspensi.

Tipe Suspensi Bebas (Independen)

Pada suspensi tipe ini, roda kiri dan kanan ditopang terpisah, sehingga gerakan roda kiri tidak akan mempengaruhi roda kanan.


Suspensi Wisbone

suspensi tipe wisbone

Sistem suspensi wisbone memiliki dua lengan atas dan bawah seperti contoh di bawah ini pada mobil BMW seri 5.


Suspensi Tipe Strut

Suspensi Tipe Multi Link



Sistem Suspensi Tipe Semi Trailing

Teknologi Baru Sistem Suspensi Pada Mobil

Saya sendiri cukup bingung, karena hampir setiap merk memberi nama pada sendiri-sendiri. Tetapi akan saya coba untuk menjelaskan sebagian, terutama yang pernah saya temui di bengkel

Toyota Kinetic Dynamic Suspension System (KDSS)

Teknologi ini digunakan pada Lexus GX 470 dan Land Cruiser J200 atau dikenal dengan sahara.

Teknologi ini mengatur stabilizer bar agar bekerja lebih optimal pada jalan on road dan pada jalan off road dengan menambahkan sistem hidraulis yang dihubungkan antara stabilizer depan dan belakang.

Toyota Electronic Modulated Suspension

Untuk di Indonesia baru saya temui di Toyota Alphard. Ciri-cirinya terdapat kabel pada shock absorbernya.

Cara kerjanya tergantung dengan kecepatan kendaraan. Pada saat kecepatan 100 km/jam shock akan menjadi lebih lembut.

Pada saat kecepatan 85-100 km/jam shock akan menjadi keras agar sedikit rigid dan stabil

Pada saat mengerem, kecepatan dibawah 50 km/jam maka shock akan menjadi lembut kembali


BMW Electronic Damper Control

Pada mobil bmw yang menggunakan Electronic Damping Control (EDC) shock absorber bisa di setting lebih lembut atau keras sehingga dapat menambah daya cengkram ban dan kabarnya bisa memperpendek jarak pengereman

Sepertinya teknologinya mirip-mirip dengan Electronic Modulated Suspension diatas.

Adaptive Air Suspension

Untuk Air Suspension ini bisa kita temui di banyak merk. Mercedes contohnya di tipe S-Class, Toyota Harrier juga ada yang menggunakan air suspension, BMW 528i F07 juga menggunakan suspensi dengan pegas udara

Untuk suspensi udara yang adaptive, umumnya bisa menyesuaikan ketingginan suspensi berdasarkan kecepatan kendaraan. Biasanya low atau sport, Medium, High.

Mercedes Active Body Control (ABC)

Sistem suspensi ini merupakan suspensi hidraulik dan suspensi yang aktif

Pada suspensi sistem ABC ini, komputer suspensi akan mendeteksi pergerakan bodi melalui sensor masing-masing suspensi, dan jika diperlukan maka komputer akan mengaktifkan tekanan hidraulik ke suspensi yang membutuhkan.

Sebenarnya masih banyak teknologi yang dikembangkan masing-masing pabrikan, semoga kelak bisa melanjutkan pembahasan secara detail


Salam Kunci








Posting Komentar untuk "Sistem Suspensi Mobil dan Komponennya"

Berlangganan via Email