Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komponen, Fungsi dan Cara Kerja Kopling Mobil

pengertian kopling mobil dan cara kerjanya


Pada topik ini kami ingin membahas tentang kopling mobil

Kopling adalah salah satu komponen sistem pemindah tenaga.

Komponen ini terletak diantara mesin dan transmisi, seperti yanng bisa anda lihat pada gambar.

Kopling memang mutlak diperlukan pada mobil baik pada mesin bensin, diesel maupun jenis lainnya. 

Bisa dibayangkan misalkan tidak ada kopling.

Saat mesin hidup, putaran akan langsung diteruskan sampai keroda. Bisa-bisa mobil melompat dan menabrak atau mesin akan mati.

Tetapi itu cerita jaman dulu

Sekarang tentu saja kita tidak mendengar kejadian seperti itu. Dan disini juga kami tidak ingin membahas sejarah kopling yang sudah lebih dari 100 tahun.

Yang ingin kami bahas adalah kopling, terutama pada mobil.

Mulai dari fungsi kopling, beberapa jenis kopling, komponennya dan juga cara kerja kopling.

Tujuannya agar kita sebagai mekanik memiliki pemahaman yang baik sehingga mampu memelihara sistem kopling dan komponen-komponennya.

Mari kita mulai

Fungsi kopling

Fungsi kopling adalah untuk menghubungkan dan melepaskan tenaga dari mesin ke transmisi. 

Karena ketika berkendara, tentunya kita perlu memilih variasi kecepatan dan momen. Semua itu tergantung dari kondisi pengendaraan.

Ketika kopling dioperasikan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
  • Harus dapat menghubungkan transmisi dan mesin dengan lembut
  • Ketika terhubung tidak boleh selip
  • Harus dapat membebaskan hubungan dari transmisi dengan cepat dan sempurna.
Itu sebabnya, banyak pabrikan kopling berlomba-lomba untuk menyempurnakan koplingnya.

Mulai dari penggunaan tipe pegas yang berbeda pada plat penekannya, ada juga yang menggunakan tipe dual clutch. Bahkan ada yang mengunakan tipe multiple clutch

Tetapi yang paling umum pada mobil adalah kopling kering (dry clutch) dengan satu keping plat kopling

Komponen kopling

Mekanisme kopling terdiri dari kopling set (cultch unit), yang berfungsi untuk menghubungkan dan melepaskan hubungan mesin dengan transmisi. 

Kopling set ini terdiri atas clutch cover, pressure plate, clutch disc

Dan yang kedua adalah mekanisme penggerak kopling yang berfungsi untuk menerima dan meneruskan tenaga penekanan pada saat ditekan. 

Pada penggerak mekanis terdiri dari pedal, kabel (release cable), release fork, release bearing hub dan release bearing

Kita akan memulai dari komponen mekanisme kopling

1. Plat penekan (pressure plate)

Jika dilapangan sering disebut dengan istilah dekrup

dan dari yang kami tahu druk diambil dari bahasa belanda yang berarti penekan.

Pada bagian tutup plat penekan dibaut langung dengan flywheel. Sehingga plat penekan akan ikut berputar dengan mesin.

Fungsi dari plat penekan adalah untuk menekan plat kopling kearah permukaan roda gila (fly whell) pada saat kopling tidak dioperasikan.

Sehingga, putaran mesin dapat diteruskan menuju ke input transmisi, melalui plat kopling.





plat penekan kopling mobil

Tutup kopling dibagi menjadi dua tipe.

Dan ini dilihat dari tipe pegas yang digunakan untuk menekan plat penekan. Tipe yang pertama adalah dengan pegas diaphragma dan yang kedua adalah dengan pegas coil.

Jika kita bekerja pada bengkel kendaraan ringan (mobil), kita akan lebih banyak menemukan mobil dengan pegas diaphragma. 

Tetapi jika di bengkel kendaraan niaga, kita akan lebih banyak menemukan mobil dengan plat penekan tipe pegas coil.

Setiap tipe pegas memiliki keuntungan masing-masing. 

Contohnya keuntungan pada tipe diaphragma
  • Tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pedal kopling lebih kecil

  • Pegas diaphragma menekan plat penekan lebih merata dibandingkan dengan pegas coil

  • Jika plat kopling aus, tekanan terhadap plat tidak berkurang

  • Selama permukaan plat kopling rata, penekanan akan tetap seimbang

  • Tidak terpengaruh gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi



2. Pelat kopling (clutch disc)

Plat kopling ditempatkan diantara roda gila dengan pelat penekan.  Fungsi utamanya adalah untuk memindahkan tenaga dengan lembut dan tanpa terjadi selip.

Dan kopling dirancang agar pada saat tenaga harus dibebaskan, kopling dapat bekerja dengan sempurna dan cepat.

Plat kopling terdiri dari facing (bagian yang bergesekan) yang dikeling disekelilingnya. Permukaannya memang semacam bahan gesek. Dulunya terbuat dari asbes dan logam. 

Dan 

didalam plat kopling terdapat hub dibagian tengahnya. Bagian ini yang akan dikaitkan dengan input shaft transmisi.
plat kopling


Plat kopling juga dilengkapi torsion spring yang terbuat dari karet dan juga ada yang berupa pegas coil.

Letaknya diantara plat-plat dan dirancang dapat bergerak sedikit searah putaran kopling.

Fungsinya adalah untuk meredam getaran saat kopling mulai terhubung dengan plat penekan. Dan mencegah kebengkokan atau pecahnya kopling karena hentakan.

Macam-macam penggerak kopling.

Sejauh ini, terdapat tiga mekanisme kopling yang digunakan pada mobil. Tetapi untuk mekanisme ketiga umumnya dianggap sebagai bagian dari transmisi otomatis. Berikut mekanismenya
  • Kopling mekanis
  • Kopling hidraulis
  • Kopling AMT
AMT adalah Automatic Manual Transmission yang merupakan transmisi manual tetapi dengan pemindahan gigi secara otomatis oleh control modul.

1. Tipe kopling mekanis

Tipe kopling mekanis ini masih sering kita jumpai di beberapa mobil. Contohnya adalah Toyota Avanza Gen 1, agya, sigra, dll

Pada tipe kopling ini, cara kerja perpindahan tenaga dari pedal menuju kopling masih menggunakan mekanisme kabel. Contoh dibawah ini adalah mekanisme kopling mekanis
komponen kopling mobil

Komponen kopling mobil tipe mekanis

  1. Release fork
  2. Input shaft
  3. Release bearing
  4. Clutch cover
  5. Pressure plate
  6. Clutch cable
  7. Clutch
  8. Flywheel
  9. Pedal
Ketika mengganti kopling mobil ini, ada baiknya disarankan juga mengganti kabel.

2. Tipe kopling hidraulik

Pada tipe kopling hidraulik, injakan pedal akan dirubah oleh master silinder menjadi tekanan hidraulik. Setelah itu akan diteruskan ke garpu pembebas kopling melalui silinder pembebas (release cylinder).

Pada tipe ini, kopling terasa lebih ringan dan kopling lebih mudah digerakkan.

Komponen kopling tipe hidraulik

  1. Dual mass flywheel
  2. Clutch
  3. Transmission inputshaft
  4. Concentric slave cylinder (CSC)
  5. Vibtration damper/ anti-vibration unit
  6. Peak torque limiter
  7. Hydraulic pressure line
  8. Hydraulic fluid reservoir
  9. Master cylinder

3. Tipe penggerak kopling otomatis

Secara fisik, mobil hanya memiliki dua pedal. Pedal kopling tidak tersedia karena digantikan oleh mekanisme elektronik.

Jadi ketika kita memasukkan gigi ke posisi D sambil menginjak rem, kopling akan ditekan dan gigi akan dipindahkan oleh mekanisme electro hidraulic.

Komponen kopling penggerak otomatis

  1. Selector lever
  2. Clutch Actuator
  3. Transmission Actuator
  4. Concentric Slave Cylinder
Untuk penamaan ada yang menggunakan istilah ASG (Auto Shift Gearbox). Ada juga yang memberi nama AMT (Automated Manual Transmission)

Release bearing

Release bearing ini bergerak maju-mundur didalam rumah transmisi dengan bantuan garpu pembebas. 

Jika garpu pembebas menekan kedepan, maka release bearing menekan pegas diaphragm untuk membebaskan kopling.

Dan jika garpu pembebas dilepas, maka release bearing akan terbebas.

Dilapangan banyak yang menyebutnya dengan istilah druklager (dibaca druklaker) yang merupakan bahasa Belanda.

Cara kerja kopling

cara kerja kopling


1. Pada saat kopling tidak diinjak

Pada saat kopling tidak diinjak, plat kopling akan tertekan oleh plat penekan. Dengan istilah lain dijepit antara flywheel dan plat penekan.

Mesti diingat, plat penekan dibaut pada mesin melalui tutup kopling ke flywheel. Sehingga plat penekan ikut berputar dengan poros engkol. 

Karena kopling dijepit, maka kopling juga akan ikut berputar. Input shaft transmisi juga akan ikut berputar searah putaran mesin. Tenaga akan diteruskan ke transmisi

2. Pada saat pedal kopling diinjak

Pada saat pedal kopling diinjak, maka mekanisme penggerak kopling akan menekan release bearing melawan pegas. Hal ini menjebabkan plat penekan akan tertarik dan kopling bebas. 

Putaran mesin dan putaran transmisi akan terputus.

Posting Komentar untuk "Komponen, Fungsi dan Cara Kerja Kopling Mobil"