Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbandingan Sistem Bahan Bakar Injeksi dan Karburator

perbandingan sistem bahan bakar injeksi dan karburator

Semua mobil yang baru sudah dilengkapi sistem bahan bakar injeksi. Dan sepertinya sepeda motor juga mulai menerapkannya

Sebagai mekanik, kita harus bisa menyesuaikan diri. Di tempat saya bekerja saja sudah hampir tidak pernah menerima mobil dengan sistem karburator.

Hampir semua sudah injeksi. Bahkan sudah banyak yang menggunakan gasoline direct injection.

Sebenarnya kenapa ya sistem karburator ditinggalkan?

Padahal keduanya sama-sama mengatur volume udara yang masuk sesuai dengan pembukaan throttle dan putaran mesin. Dan keduanya juga menyalurkan campuran bahan bakar dan udara yang tepat kedalam silinder.

Alasannya karena tuntutan untuk emisi gas buang yang bersih, bahan bakar lebih ekonomis tetapi tidak mengurangi perfoma. Itu sebabnya banyak pabrikan beralih ke sistem injeksi.

Walaupun tujuan dari karburator dan sistem injeksi sama, tetapi metode yang digunakan untuk mendeteksi udara yang masuk berbeda. Dan juga sistem aliran bahan bakarnya juga berbeda.

Jika dibandingkan, paling tidak ada 5 perbedaan dari sitem bahan bakar injeksi dan karburator.

A. Perbedaan dalam pembentukan campuran bahan bakar dan udara.

Apa anda masih inget cara kerja karburator ?

Jika tidak, mari kita bahas sekilas disini.

Ketika idle, throttle tertutup dan terjadi kevakuman di samping idle port dan slow port. Bahan bakar akan mengalir dari kedua saluran tersebut.

Pada saat putaran menengah keatas, banyaknya udara masuk melewati venturi dan menyebabkan kevakuman. Sehingga bahan bakar mengalir dari nosel utama pada venturi.


Pada sistem injeksi bagaimana?

Udara yang masuk di ukur oleh air mass sensor atau air flow sensor atau MAP sensor. Jika sudah, signalnya akan dikirimkan ke ECM. Dan dari hasil perhitungannya, ECM akan mengirim signal ke injektor-injektor supaya menginjeksikan bahan bakar.

Dengan sistem injeksi, karena pengukuran dan perhitunggannya lebih akurat, perbandingan bahan bakar dan udara bisa lebih mendekati campuran ideal yaitu 14,7 : 1

B. Perbandingan injeski dan karburator pada saat mesin start dingin.

Untuk menghidupkan mesin pada waktu dingin, perlu campuran yang gemuk.

Lho kenapa?

Karena pada waktu dingin, udara lebih padat dan lebih susah masuknya. Bahan bakar juga lumayan lebih susah untuk menguap.

Terus bagaimana sistem pencapuran dalam karburator?

Pada saat temperatur masih rendah, katup choke dalam keadaan tertutup untuk membantu memperkaya campuran. Dan ketika mesin sudah hidup, choke akan terbuka.

Itu untuk sistem choke yang otomatis. Saya pernah jumpai di mobil mercedes tahun 80-an. Kalau untuk produksi lokal sepertinya kebanyakan menggunakan model tarik manual dengan kawat.

Dan kalau choke-nya rusak biasanya pedalnya dikocok-kocok biar bensinnya menyemprot dari pompa akselerasi.

Betul ?

Menurut data, pada saat dingin perbandingan campuran sekitar 1:4 - 1:8. Artinya, campuran sangat gemuk sekali.

Pada mobil injeksi tidak menggunakan choke lagi, tetapi sudah ada sensor yang baca kondisi suhu mesin. Walaupun mungkin masih ada beberapa tipe lama kita temui menggunakan cold start injector.

Kalau pada model lama, akan ada switch temperatur yang akan mengaktifkan cold start injektor sehingga menyemprotkan bahan bakar. Misal mesin 4 silinder, berarti ada injektor kelima yang berfungsi sebagai cold start.

Tetapi pada model baru, sudah menggunakan Engine Coolant Temperatur Sensor (ECT). Yang mengukur temperatur mesin. Dan selanjutnya ECM akan membuka semua injektor lebih lama. Sehingga campuran akan menjadi lebih gemuk.

C. Ketika mobil sedang dikendarai pada saat cuaca dingin

Mungkin kalau di kita tidak terjadi lurr. Karena di negara kita cuaca relatif hangat. Tetapi kalau di negara dingin, campuran bahan bakar harus kaya karena tingkat penguapan bahan bakar rendah.

Pada mobil dengan sistem karburator,.....

.... sistem choke bekerja (pada tipe yang otomatis). Untuk model choke manual, kita tarik choke saja sampai dirasa cukup.

Untuk mobil dengan sistem injeksi, selama temperatur kerja belum tercapai maka injektor akan diperintahkan oleh ECU untuk menyemprot bahan bakar lebih lama.

Temperatur kerja tersebut di deteksi oleh sensor temperatur mesin. Kita mengenalnya dengan istilah ECT (Engine Coolant Temperatur) sensor atau WTS (Water Temperatur Sensor)


D. Ketika mobil perlu tenaga yang tinggi

Sistem power pada karburator akan mendeteksi bertambahnya beban mesin berdasarkan vakum dari intake manifold. Bila vakum berkurang, power valve akan terbuka dan campuran gemuk akan disalurkan.

Pada mesin injeksi, terdapat TPS atau Throttle Position Sensor yang membaca pembukaan throttle. Pada saat pembukaan throttle bertambah, maka volume injeksi bahan bakar juga ditambah.


E. Ketika melakukan akselerasi

Jika kita melakukan akselerasi, kita akan menginjak pedal gas secara tiba-tiba. Saat ini volume udara akan bertambah, tetapi bahan bakar akan telat jika tidak ada sistem tambahan. Karena kita tahu bahan bakar jelas lebih berat dari udara.

Pada sistem karburator,

.. dilengkapi dengan sistem akselerasi. Bila pedal gas diinjak secara cepat, maka bahan bakar akan disemprotkan melalui saluran khusus. Untuk kompensasi keterlambatan pengiriman dari nosel utama.

Pada sistem Injeksi,

Perubahan banyaknya udara yang masuk bisa langsung terbaca dan ECM akan bisa langsung menyesuaikan lamanya penyemprotan bahan bakar.










Posting Komentar untuk "Perbandingan Sistem Bahan Bakar Injeksi dan Karburator"

Berlangganan via Email