Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Tire Pressure Monitoring System (TPMS) bekerja?

bagaimana tire pressure monitoring system (tpms) bekerja

Montirpintar.com - Beberapa waktu kedepan mungkin Anda akan sering menemui mobil yang dilengkapi dengan Tire Pressure Monitoring System (TPMS).

Saya sudah beberapa kali dibuat harus berfikir keras untuk menangani masalah TPMS.

Karena ternyata masing-masing pabrikan mobil menggunakan teknologi yang berbeda.

Keunikan masing-masing tersebut tentunya hanya tercatat dalam repair manual masing-masing merk.

Dan yang repot.

Kita belum tentu memiliki semua repair manual. Itu artinya kita dipaksa untuk improvisasi dengan pengetahuan yang kita miliki.

Ok,....

Let's be montirpintar

A. Fungsi dari tire monitoring pressure sensor

Dari namanya juga sudah jelas kan !
  1. Memeriksa tekanan ban secara terus menerus ketika berkendara
  2. Menginformasikan perbedaan tekanan dari masing-masing roda
Dulu saya berfikir, kenapa harus repot-repot ditambah dengan teknologi yang mahal ini.

Kan sebebarnya bisa dilihat  dengan menggunakan mata saja, dan jika terlihat kempes tinggal dipompa.

Tetapi itulah bedanya pemikiran negara maju.

Di negara maju, keselamatan dan kenyamanan berkendara menjadi faktor yang utama.

Dan TPMS menjadi salah satu alat yang memastikan keselamatan berkendara. Dan juga harapannya pemakaian bahan bakar agar lebih efisien jika tekanan ban terjaga.

Apakah anda setuju dengan pemikiran diatas?

B. Tipe dan bagaimana Tire Pressure Monitoring Sensor (TPMS) bekerja?

Sampai saat ini ada dua jenis TPMS yang mungkin terpasang pada kendaraan. 

Pertama adalah direct TPMS dan yang kedua adalah indirect TPMS

Bisa jadi nanti akan ditemukan teknologi yang lebih baik.

Dan seperti yang sudah saya sebutkan diatas, tidak mudah untuk membedakannya. 

Kecuali Anda bekerja di dealer dan memiliki repair manual ataupun sudah mendapat training produk.

Oke, 

..sebaiknya kita bahas dulu masing-masing tipe TPMS

1. Tipe direct TPMS


Pada tipe direct TPMS terdapat sensor yang dipasang di pentil ban. 

Sensor ini akan memancarkan data tekanan ban. Dan di tempat lain terdapat sensor penerima data tersebut agar bisa ditampilkan pada instrumen panel.

Sensor penerima data yang akurat ada pada masing-masing sparkboard. Walaupun sementara ini saya belum pernah mengerjalan yang model ini. 

Yang cukup sering saya temui, sensor penerima data diletakkan di dekat gardan belakang. Seperti pada Jeep Rubicon, Mercy GLE.

Pada tipe ini akan repot ketika kita rotasi ban.

Ini yang pernah saya coba pada rubicon !

Saya pindah ban belakang kanan ke belakang kiri. Dan ban kanan saya kurangi tekanannya.

Hasilnya..

Yang terbaca kempes adalah ban kiri.

Loh, kenapa bisa?

Setiap sensor pada ban memiliki id yang unik dan di daftarkan posisinya. Antena akan tetap membaca lewat id tersebut.

Mungkin Anda ada pengalaman lain?

Kami akan sangat senang jika Anda bersedia membagikannya pada kolom komentar.

Nah.

Berikut ini masih sebatas pendapat saya.

Bisa jadi, untuk yang model satu sensor satu antena, tidak akan mengalami masalah seperti diatas.

Permasalahan yang sering timbul pada tipe ini adalah karena baterai sensor yang ada di pentil habis. 

Kita harus menggantinya. 

Dan sayangnya kebanyakan menyatu dengan sensornya. Jadi kita harus mengganti sensornya.

Tips buat Anda!

Pada proses penggantian jangan lupa untuk mencatat ID sensor yang baru sebelum dipasang. Dan pastikan sensor yang kita ganti sesuai dengan posisinya.

Tujuannya supaya id-nya nanti bisa langsung di input melalui scan tools sebagai pengganti yang rusak.


2. Tipe Indirect TPMS


Pada tipe ini, pada pentil ban tidak terpasang sensor. Sistem ini memanfaatkan perhitungan jumlah putaran ban dari wheel speed sensor yang terpasang pada ABS

Kok bisa?

Ban yang lebih kempes tentunya kelilingnya menjadi kecil dibandingkan yang normal. Sehingga putarannya akan berbeda.

Kondisi ini akan menjadi dasar logika TPMS untuk menyalakan lampu indikator sebagai peringatan kepada pengemudi.

Setelah ban dipompa, kita tinggal melakukan reset. 

Ada yang cukup dengan menjalankan mobil, tetapi ada juga yang harus menekan tombol reset.

Permasalahan yang mungkin Anda jumpai.

Ketika kita ganti ban dengan ukuran yang berbeda satu sama lain, TPMS akan dinyalakan.

Kasus yang pernah saya jumpai karena ganti ban dalam kondisi darurat. Dan kebetulan toko ban yang dia jumpai hanya memiliki ban dengan aspek rasio yang berbeda.

Pada kasus lain, ketika terdapat masalah pada wheel speed sensor maka lampu ABS dan TPMS akan menyala. 

Contohnya jika speed sensor rusak.

Beberapa mobil yang pernah saya jumpai menggunakan tipe ini adalah VW Tiguan, .....

Penutup
Dengan mengetahui tipe TPMS yang terpasang pada mobil yang kita kerjakan, kita akan lebih mudah menentukan langkah diagnosa yang kita ambil.





Posting Komentar untuk "Bagaimana Tire Pressure Monitoring System (TPMS) bekerja?"

Berlangganan via Email