Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Kerja Sistem Rem Pada Mobil dan Komponen-komponennya

Sistem rem dan komponenya


Banyak sekali blog yang sudah membahas tentang sistem rem pada mobil dan komponennya.

Tetapi apakah anda sudah jelas ?

Bagaimana jika kita coba mempelajarinya kembali disini, dengan topik sama dan dengan cara yang sedikit berbeda.

Tujuannya agar anda lebih jelas dan pengetahuan anda lebih lengkap sebagai seorang mekanik mobil.

Dan patut menjadi catatan kita

Karena dewasa ini, para ahli otomotif mengembangkan sistem rem yang semakin canggih untuk meningkatkan keamanan pengendaraan. 

Maksud kami adalah teknologi ABS, EBD, ESP, BAS, dll

Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan bagi sebagian mekanik.

Bagaimana servis remnya, bagaimana jika ada masalah, apakah bisa dirubah lagi menjadi konvensional ?

Tetapi teknologi-teknologi diatas hanya sedikit kami perkenalkan disini. Mungkin akan kami bahas dilain waktu

Mari kita mulai pembahasan tentang sistem rem dan komponennya.


Sistem rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan atau memperlambat kendaraan agar mudah dikendalikan. 

Dan bukan hanya itu, fungsi lain dari sistem rem adalah memungkinkan kendaraan untuk berhenti pada saat parkir dan pada kondisi jalan yang menurun.

Sistem rem harus dirawat dengan baik, karena merupakan alat keselamatan dan untuk menjamin pengendaraan yang aman.


A. Prinsip kerja rem

Mobil tidak bisa berhenti dengan segera ketika sudah terlanjur berjalan.

Maksudnya jika mobil di jalankan, kemudian posisi transmisi kita netralkan ketika sudah jalan dan biarkan 

Untuk itu mobil perlu tambahan sistem rem.

Mesin menghasilkan tenaga dengan cara merubah energi panas menjadi kinetik, tetapi sebaliknya rem mengubah energi kinetik menjadi energi panas.

Efek pengereman ditimbulkan karena adanya gesekan yang ditimbulkan karena dua benda. Itu yang terjadi pada brake pad dengan cakram rem atau antara tromol dan sepatu rem. 

prinsip kerja sistem rem


Dan juga yang perlu kita ketahui,

Setiap benda memiliki koefisien gesek yang berbeda-beda. 

Besi memiliki koefisien gesek yang berbeda dengan karet, atau juga dengan es batu.

koefisien gesek


B. Tipe rem pada mobil

Sampai saat ini, rem yang digunakan pada kendaraan bermotor digolongkan menjadi tiga tipe tergantung pada penggunaanya :

1. Rem Kaki (foot brake)

Digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaraan.

Rem kaki dikelompokkan menjadi dua yaitu rem hidraulis yang menggunakan fluida atau cairan dan rem pneumatik yang mengguakan media angin.

Rem hidraulis banyak digunakan pada mobil karena memang memiliki respon yang lebih cepat. Dan kita bisa jumpai sistem ini pada mobil penumpang ataupun truk yang kecil

Untuk rem angin atau pneumatik banyak digunakan pada mobil truk dan bus.

2. Rem Parkir (parking brake)

Rem parkir berfungsi terutama untuk menahan kendaraan agar tidak bergerak ketika parkir.

Rem parkir kebanyakan merupakan rem mekanik. Dan akhir-akhir ini beberapa kendaraan menggukanan tipe elektrik untuk rem parkir.

3. Rem Tambahan (auxilary brake)

Digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang digunakan pada truk diesel dan kendaraan berat. 

Contohnya adalah exhaust brake.

Exaust brake bekerja dengan cara menutup saluran buang. Sehingga proses pembuangan akan terhambat dan efeknya akan memperlambat putaran mesin.

Ada kalanya kita menggunakan "engine brake" untuk menurunkan kecepatan kendaraan. Misalnya ketika turun gunung. Kita harus memindahkan transmisi ke gigi rendah. 

Tidak ada mekanisme khusus dalam engine brake. Jadi tidak akan dibahas secara khusus.


C. Komponen sistem rem

komponen sistem rem


Dari gambar diatas menunjukkan bahwa komponen sistem rem adalah :
  1. Pedal rem
  2. Booster rem
  3. Master rem dan reservoir
  4. Rem piringna
  5. Pipa rem
  6. Rem tromol
  7. Tuas rem parkir
  8. Kabel rem parkir
Dan dari komponen-komponen yang disebutkan diatas dibagi menjadi dua group yaitu mekanisme kerja dan mekanisme pengereman.

Mekanisme kerja yang menyalurkan tenaga rem. Bagiannya adalah master silinder, booster rem dan katup p.

Sedangkan mekanisme rem dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe tromol dan tipe cakram.

Selanjutnya kita akan bahas satu persatu dari komponen sistem rem

1. Pedal Rem

pedal rem


Pedal rem dirancang dengan prinsip kerja pengungkit. Jadi sebelum ditemukan booster, pedal rem ini dirancang agar kita lebih ringan ketika mengerem.

Pedal rem harus mempunyai jarak dengan lantai ketika di rem. Dan juga harus mempunyai gerak bebas ketika tidak ditekan.

2. Master silinder (master rem)

Master silinder adalah komponen yang mengubah tekanan pedal menjadi tekanan hidraulis.

Terdiri dari reservoir tank yang berisi minyak rem dan juga berisi piston dan silinder yang membangkitkan tekanan hidraulis. Kemudian tekanan hidraulis ini akan dikirimkan ke masing-masing roda. 

Jika roda depan menggunakan rem cakram berarti diteruskan ke brake caliper dan jika rem belakang menggunakan rem tromol maka tekanan akan diteruskan menuju ke silinder roda.

Ada beberapa tipe master silinder yaitu tipe tunggal dan tipe ganda.

3. Booster Rem

Fungsi booster rem adalah meningkatkan tenaga penekanan pedal sehingga menjadi lebih besar dan daya pengereman menjadi lebih besar.

Boster rem umumnya terpasang menjadi satu dengan master silinder. Tetapi ada juga yang dipasang terpisah dari master silinder.

Cara kerja booster rem memanfaatkan kevakuman dari intake manifold. Didalam boster terdapat membran yang akan ditarik oleh kevakuman tadi ketika kita mengerem.

Kevakuman ini terjadi ketika kita melepas pedal gas dan thorttle tertutup ketika mesin hidup.

Pada mesin diesel kevakuman tidak diambil dari intake manifold. Tetapi menggunakan pompa vakum yang umumnya dipasang pada alternator.

Pada beberapa mobil bensin juga kami lihat menggunakan pompa vakum yang tersendiri. Biasanya diputar oleh poros nok (camshaft).  Contoh pada land rover evoque, mercedes W204, bmw mesin N20, dll

4. Pipa rem

Pipa rem berfungsi menyalurkan tekanan dan minyak rem dari master silinder ke masing-masing roda. Dan pada bagian-bagian yang memerlukan gerak bebas, maka pipa rem disambung dengan selang fleksibel.


5. Katup pengimbang (Katup P)

Katup P ini adalah katup pengimbang yang membagi tenaga sehingga dapat memberikan pengereman yang lebih besar pada roda depan daripada roda belakang.

Kenapa pengereman roda depan harus lebih besar?

Mobil dengan mesin didepan memiliki bobot yang lebih berat pada bagian depan. 

Jika mobil direm, maka titik berat kendaraan akan geser kedepan karena gaya inersia. Seperti halnya kita ketika mengerem, akan cenderung menunduk ke depan kan?

Karena beban cenderung didepan, artinya pengereman roda depan harus lebih besar.

Caranya?

Dengan adanya katup P, tenaga pengereman rem depan akan dibagi lebih besar. Rem bagian depan juga umumnya lebih besar.

6. Selang rem

Fungsinya sama dengan pipa rem, hanya saja harus fleksibel tetapi kuat. Kalau di bedah, karetnya tebel dan seratnya kuat.

Kenapa harus fleksibel?

Karena roda bergerak naik dan turun. Ya kan!

7. Cakram

sistem rem cakram

Piringan rem atau cakram akan dijepit oleh brake pad sehingga bergesekan dan mobil melambat. Biasanya terbuat dari besi tuang, walaupun ada yang saya jumpai menggunakan bahan ceramic

Kalau dari tipe, paling tidak terdapat tiga yaitu solid, tipe ventilasi dan tipe solid dengan tromol

8. Kaliper rem

Kaliper rem atau caliper, didalamnya terdapat piston dan seal. Yang nantinya akan menekan brake pad ketika kita mengerem.

Umumnya mobil menggunakan tipe floating caliper. Jadi pistonnya hanya ada disebelah saja. Walaupun pada mobil-mobil tertentu menggunakan fixed caliper.

9. Brake pad

Brake pad ini yang menjepit piringan ketika terjadi pengereman. Pad sekarang umumnya dibuat tanpa kandungan asbes yang berbahaya untuk pernapasan kita.

Susunan brake pad kira-kira seperti dibawah ini. Dan sampai saat ini yang saya jumpai ada beberapa tambahan seperti dilengkapi sensor ketebalan brake pad

10. Tromol rem

Pada rem tromol, ketika kita melakukan pengereman maka sepatu rem (brake shoe) akan mengembang dan menekan bagian dalam tromol rem yang berputar.

11. Silinder roda (wheel cylinder)

Wheel cylinder atau silinder roda terdiri dari beberapa komponen. Didalamnya terdapat piston, seal dll. Ketika kita melakukan pengereman, silinder roda akan menekan sepatu rem untuk mengembang.

Kita akan jumpai mobil yang menggunakan satu silinder roda dan bisa jadi dua silinder roda.

12. Sepatu rem (brake shoe)

Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja yang dilapisi kampas rem. Umumnya sekarang kebanyakan sepatu rem non asbestos, sehingga aman untuk pernapasan kita ketika membersihkan.

Pada kendaraan besar, kampas rem dikeling dengan pelat baja sepatu rem. Tetapi pada mobil kecil umumnya akan dilem

13. Rem parkir

Rem parkir digunakan ketika kita parkir atau berhenti saat kondisi miring. Misalnya ditanjakan atau di turunan dalam kondisi macet.

Rem parkir umumnya menggunakan sistem mekanis, karena tidak kuat jika menggunakan rem hidraulis. Bukan kuat pengeremannya, tetapi rem hidraulis jika ditahan dalam posisi menekan berhari-hari, sealnya akan rusak.

Beberapa mobil keluaran terbaru sudah banyak yang menggunakan rem parkir elektronik atau EPB (Electronic Parking Brake)

D. Sekilas tentang sistem rem ABS

Sistem rem ABS (Anti-lock Lock Braking System) berfungsi untuk mencegah roda terkunci ketika dilakukan pengereman secara tiba-tiba pada kecepatan tinggi.

Selain itu, pada sistem ABS yang sudah lebih baik, ABS memiliki fungsi juga untuk mencegah roda slip ketika dijalanan yang licin. 

Beberapa komponen tambahan sistem rem jika menggunakan sistem ABS yaitu :
  • ABS modulator + Control Unit ABS
  • Wheel Speed Sensor
  • Switch Rem

.Salam kunci

2 komentar untuk "Cara Kerja Sistem Rem Pada Mobil dan Komponen-komponennya"

  1. Terimakasih ilmunya 🙏

    -wirayuda-

    BalasHapus
  2. mohon izin ambil gambar dan beberapa materi untuk tugas

    BalasHapus