Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Relay, Fungsi dan Cara Kerjanya

fungsi relay pada mobil

Pengertian relay adalah peralatan listrik yang membuka dan menutup sirkuit kelistrikan berdasarkan sinyal tegangan.

Banyak pendapat;

Kalau lampu mobil ingin lebih terang, tambahkan relay.

atau 

jika ingin klason lebih keras, kita sering disarankan untuk menambahkan relay.

Tetapi apakah itu benar lampunya jadi terang atau klaksonnya jadi lebih keras?

Dan memang ada benarnya.

Oleh karena itu fungsi relay dianggap untuk memperbesar arus. 

Sesungguhnya relay digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan tegangan baterai.  Nanti kita perjelas pada bagian cara kerja relay.

Selain itu relay sering difungsikan sebagai saklar otomatis.

Relay yang paling sering digunakan pada kendaraan adalah tipe elektromagnetik dan relay transistor. 

Mari kita pelajari lebih lanjut tentang relay

Relay elektromagnetic dan cara kerjanya

Relay ini akan sering kita jumpai pada kendaraan. 

Contoh sistem yang menggunakan relay adalah lampu kepala, EFI, pompa bahan bakar, dan masih banyak lagi.

Kita akan bahas cara kerja relay empat kaki terlebih dahulu.

Karena relay ini yang paling umum digunakan.

Berikut ini adalah gambar dan simbol relay 4 kaki.


Pada terminal 86 dan 85 terdapat sebuah lilitan. Jika dialiri arus listrik, maka akan terjadi kemagnetan pada relay. 

Akibatnya magnet akan menarik kontak dan terminal 30 dan 87 terhubung. Sehingga arus dari terminal 30 (umumnya dari baterai) akan mengalir ke 87 (umumnya dipasang ke beban).

Agar lebih jelas, mari lihat contoh.

Berikut ini adalah contoh penerapannya, yaitu pada rangkaian lampu kepala.

rangkaian relay lampu
1 Switch lampu, 2 Relay, 3 Baterai

Kami akan jelaskan cara kerjanya

Ketika switch lampu dinyalakan, arus dari baterai akan mengalir ke lilitan relay, dan menuju ke switch dan kemudian ke massa.

Maka terjadi kemagnetan pada relay. Sehingga menarik switch pada relay dan terhubung

Arus dari baterai akan mengalir ke terminal 30, 87 kemudian ke lampu dan ke massa.

Dan lampu akan menyala

Dulu, ...

... banyak lampu kendaraan tidak dipasangi relay. Sehingga banyak mekanik yang harus memodifikasi dengan menambah relay.

Dengan memasang relay, harapannya bisa memberi keuntungan:

1. Kabel dari baterai ke lampu tidak terlalu panjang, 

Karena lebih pendek, hambatan lebih kecil, sehingga tidak terjadi penurunan tegangan terlalu banyak.

2. Kabel ke lampu bisa dibuat lebih besar.

Kabel yang besar bisa dilalui arus yang lebih besar. Tentunya dengan penyesuaian daya lampu dan sekring.

3. Switch lebih awet.

Arus yang besar menyebabkan switch menjadi panas dan terkadang percikan bunga api. Akibatnya switch jadi kurang awet.

Pada poin-poin diatas, sebenarnya menjawab pertanyaan kenapa lampu lebih terang dan klakson lebih keras setelah dipasang relay.

Bukan karena relay yang ajaib menaikkan arus, tetapi juga karena dukungan dari rangkaian yang pendek ke lampu, dan kabel yang bisa disesuaikan.


Jenis-jenis relay elektromagnetik

Jenis-jenis relay ada banyak macamnya. Dan terkadang cukup sulit untuk membedakannya. 

Tetapi paling tidak kita ada ide dan tahu bahwa relay tidak hanya memiliki satu model saja. Berikut adalah jenis-jenisnya
  • Change over relay
  • Normally open relay
  • Potted relay
  • Flasher relay
  • Skirted relay
  • Time delay relay
  • Dual open relay
Dan untuk model change over juga memiliki beberapa macam tipe dan jumlah kaki. Berikut ini contoh ilustrasinya.
illustrasi relayJenis-jenis diatas akan Anda temui ketika bekerja di bengkel.

Salam kunci


Posting Komentar untuk "Pengertian Relay, Fungsi dan Cara Kerjanya"