Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

13 Penyebab AC Mobil Tidak Dingin

penyebab AC mobil tidak dingin


Mungkin ada beberapa pelanggan Anda menanyakan tentang apa penyebab AC mobil tidak dingin. Karena menggunakan mobil tanpa AC itu sangat tidak nyaman buat mereka.

Beberapa waktu lalu contohnya ada pelanggan yang sedang di sumedang dan mengalami masalah AC. Dengan terpaksa karena dia tidak mendapat pertolongan dari bengkel, akhirnya di towing sampai ke semarang. 

Itu artinya kenyamanan mengemudi buat pelanggan tersebut adalah yang utama.

Jika terjadi dengan saya, mungkin mobil akan saya kemudikan tanpa AC, dan dengan kondisi kaca dibuka.

Untuk itu, kita sebagai mekanik yang dianggap lebih tahu tentang mobil, harus bisa memperbaiki masalah AC tidak dingin dengan cara yang terbaik. Kami ingin sedikit sharing kemungkinan-kemungkinan yang bisa menyebabkan AC tidak dingin.

1. Kebocoran freon pada sistem AC

AC freon berkurang atau habis disebabkan karena ada kebocoran pada sistem AC. Bisa jadi ada kebocoran yang besar, tetapi terkadang kebocorannya sangat kecil sehingga sulit ditemukan.

Salah satu ciri freon bocor adalah adanya bunyi yang mendesis. Itupun terjadi jika kebocorannya cukup besar. Terkadang ketika kita mencarinya, bunyi mendesis sudah hilang karena freon sudah habis.

Dan memang beberapa kasus bau freon yang cukup menyengat bisa tercium di kabin. Hal ini juga bisa menjadi ciri kebocoran freon.

Bagaimana cara mencari kebocoran freon?

Seperti yang kami sampaikan tadi, untuk mencari kebocoran AC terkadang tidak mudah. Tetapi kita bisa mulai dengan cara yang paling sederhana dahulu. Yaitu dengan air sabun. 

Oleskan/ semprotkan pada bagian-bagian sambungan terlebih dahulu dan yang dicurigai. Jika ada kebocoran, maka akan ada gelembung-gelembung sabun.

Tetapi jika ingin lebih mudah, kita harus menggunakan alat khusus pemeriksaan kebocoran AC. Contoh alatnya seperti dibawah ini.

mengecek kebocoran yang menjadi penyebab ac mobil tidak dingin

Jika sudah ketemu, kita perlu memperbaikinya atau mengganti partnya.

Jika hanya terjadi pada pipa, mungkin bisa kita perbaiki, tetapi jika pada evaporator sebaiknya diganti saja. Karena dengan di tambal, nantinya bisa bocor kembali. Apalagi proses pembongkaran evaporator mobil cukup sulit

2. Aliran udara pada kondensor yang tidak lancar

Kondensor terletak didepan radiator. Tetapi untuk beberapa AC modifikasi (dipasang sendiri) bisa saja ditempat lain. 

Kondensor perlu pendinginan, karena fungsi condensor adalah untuk merubah freon yang berwujud gas menjadi cair (kondensasi). Caranya dengan mendinginkan freon bertekanan.

penyebab ac mobil tidak dingin karena kondensor kotor

Jika aliran udara pada kondensor tidak lancar seperti diatas, maka pertukaran panas juga berkurang. Sehingga kondensor tidak bisa menurunkan temperatur freon. Dan jika temperatur freon tidak turun, setelah melewati kondensor, wujud sebagian freon masih menjadi gas. Sehingga proses selanjutnya akan kurang maksimal.

Itu kenapa, kita perlu membersihkan sirip-sirip pada kondensor.

Coba amati pemilik AC rumah. Sering kan memanggil tukang servis AC untuk sekedar mencuci AC rumahnya. Pada mobil juga sebaiknya seperti itu.

3. Aliran udara pada Evaporator tidak lancar

Evaporator yang kotor dapat menyebabkan pertukaran panas terganggu. Evaporator menggambil panas dari kabin mobil dan digunakan untuk merubah freon AC menjadi gas.

Jika evaporator kotor dan berlumut, maka panas kabin tidak bisa diserap dengan baik. Efeknya AC jadi terasa kurang dingin. Bahkan tidak dingin.

Selain itu aliran udara evaporator tergantung dengan filter AC (jika ada). Beberapa kali kami jumpai, filter AC sudah terlalu kotor dan mampet sehingga hembusan angin kurang. 

Dan harus dicatat, beberapa jenis filter AC tidak boleh terpasang terbalik. Karena jika mampet, aliran udara ke evaporator berkurang.

Bagaimana jika mobil tidak menggunakan filter kabin (filter AC) ?

Ini yang lebih repot. 

Karena kotoran akan banyak tersangkut di evaporator. Dan dengan kondisi evaporator yang basah, maka semakin cepat proses terjadinya lumut.

4. V-belt putus

V-belt atau ribbed belt adalah sabuk yang menghubungkan antara putaran mesin dengan kompresor AC. Jika fan belt putus atau kendor, akibatnya kompressor AC tidak diputar oleh mesin.

Akibatnya kompressor AC tidak bisa menekan freon untuk bersirkulasi dan AC menjadi panas. 

Jika fan belt putus, biasanya akan diikuti dengan lampu indikator baterai yang menyala dan juga power steering terasa berat. Karena mobil sekarang umumnya hanya menggunakan satu fan belt saja.

5. Extra fan mati

Extra fan berfungsi untuk mendinginkan kondensor AC agar didalamnya terjadi kondensasi (mengembun) pada freon. Jika extra fan lemah ataupun mati, AC menjadi tidak dingin. Karena pertukaran panas tidak terjadi.

6. Kompressor lemah

Kompressor berfungsi untuk menekan freon sehingga tercapai tekanan tertentu. Jika kompresor lemah, maka tekanan freon tidak tercapai atau kurang. Efeknya, ketika mencapai kondensor tekanan belum cukup.

Padahal syarat freon berubah dari gas menjadi cair adalah tekanan tercapai dan juga temperatur diturunkan.

Untuk memeriksanya bagaimana?

Kita harus menggunakan manifold gauge. Dan tekanannya harus masuk spesifikasi. Dengan catatan, kita harus pastikan freon cukup pada sistem AC mobil

7. Kerusakan pada Magnetic Clutch

Magnetic clutch berfungsi sebagai penghubung antara putaran mesin dengan kompressor agar ikut berputar. 

Sesuai dengan namanya yaitu magnetic, komponen ini memang menggunakan elektro magnet untuk menghubungkan pully kompressor kompressor. Dan jika magnetic clutch tidak bekerja, bisa saja disebabkan karena beberapa kemungkinan

Kemungkinan yang pertama adalah gulungan (kumparan) magnetnya terbakar. Sehingga komponen ini tidak bisa berfungsi karena magnet tidak bekerja

Tetapi sebelum kita vonis bahwa magnetic clutch rusak, sebaiknya periksa juga apakah tegangan dari sistem AC menuju ke gulungan (kumparan) tersedia. Dan juga massa kompressor terhubung dengan massa bodi mobil.

8. Aliran freon AC mobil tersumbat

Ketika saluran freon AC tersumbat maka freon tidak bersirkulasi dengan baik. Sehingga proses pertukaran panas tidak terjadi.

Katup expansi memiliki saluran yang kecil, sehingga jika ada kotoran kecil ataupun benda padat lain, bisa saja ekspansi tersumbat.

Kotoran-kotoran bisa jadi didapat dari gram-gram kompressor, karena perawatan AC tidak dilakukan. Karena dalam proses perawatan AC dengan alat 3R maka oli juga akan diganti sebagian.

Dan yang cukup sering menyumbat adalah butiran es (air yang membeku). Air akan membeku pada temperatur 0 derajat. Jika didalam freon terdapat air atau kandungan udara, maka akan berpotensi membeku dan menyumbat saluran.

Dibeberapa bengkel AC, memiliki alat yang digunakan untuk mendeteksi kandungan freon apakah menggunakan campuran atau memiliki kandungan udara. Tujuannya untuk memastikan kondisi terbaik untuk freon mobil anda

9. Blower tidak berfungsi

Jika blower tidak berfungsi, sangat mudah untuk dideteksi. Jadi ketika kita menyalakan AC, maka tidak ada angin yang dihembuskan kedalam kabin. 

Prinsipnya blower ini menghisap udara dari kabin dan menghembuskannya melalui evaporator. Tujuannya agar terjadi penguapan freon didalam evaporator.

Jika blower tidak bekerja, sistem AC mobil tidak bekerja dengan baik dan angin yang dingin tidak bisa kita rasakan.

Pemeriksaan awal

Jika blower mati ketika kita menyalakan AC, coba putar kecepatan blower menjadi paling maksimal. Misalnya kecepatan empat. Jika menyala, artinya resistor blower putus


10. Sensor-sensor pada sistem AC bermasalah (AC mobil dengan climate control)

Apa jadinya jika sensor temperatur luar menunjukkan -40 derajat?

Efek yang paling dirasakan adalah AC tidak akan dihidupkan. Itu karena dianggap temperatur diluar sudah sangat dingin. Dan bisa jadi untuk mobil-mobil eropa dan CBU, heater akan dinyalakan. Sehingga cabin terasa panas

Bagaimana kita bisa tahu?

Kita harus menggunakan scanner mobil. Kemudian akses ke control unit AC dan cek apakah terdapat DTC. Lebih bagus lagi jika ditambah membaca data stream atau live data.

11.AC Control Unit rusak

AC control unit berfungsi untuk mengatur temperatur kabin sesuai keinginan pengendara. Caranya dengan mengatur berapa lama kompresor menyala (untuk tipe magnetic) atau seberapa besar tekanan yang dihasilkan (tipe selenoid).

Dan pada beberapa mobil, terdapat pengaturan yang memungkinkan pengaturan temperatur yang berbeda pada kabin. Entah itu disebut dual zone, three zone ataupun four zone.

Jika control unit AC rusak, maka sistem AC tidak akan bekerja. Karena tidak ada perintah ke kompressor dan blower untuk bekerja.

12. Mesin overheating

Mesin overheating bisa menyebabkan AC tidak dingin. Tetapi ini hanya terjadi pada mobil-mobil yang sudah menggunakan kontrol elektronik.

Jika mesin mendeteksi temperatur yang tinggi, maka control unit mesin akan mematikan kompressor AC. Sehingga hanya akan ada angin blower saja yang berhembus ke kabin.

Kondisi ini sebagai perlindungan untuk mesin agar tidak bekerja lebih berat ketika mesin terlalu panas.

13. Pengisian bermasalah

Pada beberapa mobil, anda bisa saja menjumpai AC tidak dingin karena sistem pengisian yang tidak bekerja, atau baterai yang mulai rusak

Jika diminta menyebutkan mobilnya apa saja, kami rasa agak sulit. 

Tetapi yang jelas mobil-mobil yang sudah menggunakan batery management system. Kami pernah menemukan pada mobil mini cooper, VW caravelle, dll




Posting Komentar untuk "13 Penyebab AC Mobil Tidak Dingin"

Berlangganan via Email