Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Rem Cakram : Komponen, Cara Kerja dan Kelebihannya

sistem rem cakram


Rem cakram pada dasarnya terdiri dari cakram dan bahan geseknya atau kampas rem. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara kampas rem (brake pad) dan cakram (disc)

Cakram sendiri, umumnya terbuat dari besi tuang. Walaupun beberapa kami jumpai menggunakan bahan ceramic.

Pada topik ini, kami lebih memfokuskan untuk membahas rem cakram pada mobil terlebih dahulu. Walapun sebenarya sistem rem cakram sepeda motor memiliki kesamaan prinsip.


Kelebihan dan kekurangan sistem rem cakram

Tidak seperti pada rem tromol, karakteristik dari rem cakram hanya memiliki sedikit self-energizing action atau aksi energi sendiri. Efeknya perlu pada rem cakram perlu tambahan tekanan hirdraulis yang lebih besar.

Tetapi pada rem cakram lebih baik dalam hal radiasi panas. Karena kondisi cakram terbuka dan selalu terkena udara. Efek baiknya, fluktuasi koefisien gesek lebih stabil.

Perlu diketahui bahwa koefisien gesek akan cenderung berkurang ketika temperatur bertambah.

Ukuran brake pad juga agak terbatas. Karena terbatas, tekanan hidraulis harus diperbesar untuk mendapat kemampuan pengereman yang baik. Efeknya brake pad juga lebih cepat aus.

Tetapi konstruksi yang sederhana lebih memudahkan perawatan sistem rem cakram. 

Komponen rem cakram

Komponen utaman rem cakram adalah 
  • Disc rotor (cakram)
  • Caliper
  • Brake pad
Kita akan membahas satu per satu

1. Disc rotor (cakram)

tipe-tipe cakram
cakram ventilated (kiri), cakram solid dengan tromol (kanan)

Disc rotor atau cakram, dan ada juga yang menyebutnya piringan rem umumnya dibuat dari besi tuang. Bentuk cakram biasanya solid atau ventilated. 

Jika bingung dengan istilah solid dan ventilated, silahkan lihat gambar dibawah ini.

Tipe cakram ventilated terdiri dari pasangan piringan yang memiliki ventilasi atau lubang-lubang untuk menjamin pendinginan yang baik.

Untuk tipe solid, umumnya terlihat padat seperti gambar diatas. Dan untuk cakram belakang, umumnya dilengkapi tromol untuk rem parkir.

Pada beberapa mobil, kita bisa temui piringan rem tipe ceramic

ceramic brake


2. Brake pad 

Brake pad umumnya dibuat dari campuran metalic liber dan sedikit serbuk besi walaupun sebenarnya setiap pabrikan memiliki formula masing-masing.

Pada brake pad terdapat garis celah untuk menunjukkan batas ketebalan brake pad. Dan sekarang ada beberapa brake pad yang ditambahkan sensor ketebalan brake pad.

brake pad


3. Caliper

Pada caliper terdapat piston-piston dan dilengkapi dengan saluran minyak rem. Terdapat dua tipe caliper yaitu:
  • Tipe fixed caliper
  • Tipe floating caliper

3.1 Tipe fixed caliper

Caliper dipasangkan tepat pada axle atau strut seperti pada gambar diatas. Minimal tipe ini memiliki sepasang piston (dua piston). 

Kebanyakan mobil berkapasitas besar, menggunakan tipe ini. Karena memiliki desain dan kinerja yang sangat baik. 

Walaupun sebenarnya tipe ini memiliki kelemahan yaitu memiliki radiasi panas yang terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg. 

Mungkin itu alasanya caliper tipe fixed ini jarang digunakan pada mobil-mobil komersial berkapasitas kecil.

Dibengkel, memang lebih banyak kami jumpai digunakan pada mobil dengan kapasitas cukup besar. Terlebih pada mobil-mobil sport.

3.2 Tipe floating caliper 

caliper tipe floating

Seperti terlihat pada gambar, piston hanya ditempatkan pada satu sisi caliper saja. 

Cara kerja sistem rem cakram ini sebagai berikut : 

Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong piston dan selanjutnya menekan brake pad. Dan selanjutnya caliper bergerak dan menekan brake pad pada sisi luar. Sehingga brake pad menjepit cakram.

Tipe floating sendiri memiliki beberapa tipe yaitu :
- Tipe semi floating - Tipe PS
- Tipe full floating (Tiep F, FS, AD, PD)

Pada prinsipnya tipe semi floating menerima tenaga pengeraman yang dibangkitkan dari pad bagian luar. Sedangkan pada caliper full floating, kemampuan pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad dengan torque plate.

Untuk sementara masing-masing tipe tidak kita bahas terlebih dahulu.

Cara kerja sistem rem cakram

Untuk cara kerja sistem rem cakram tipe floating sudah sempat kita singgung diatas. Tetapi kita belum membahas bagaimana jika brake pad tipis karena aus ? Bagaimana cara brake pad kembali untuk melepaskan cakram ?

1. Celah normal (brake pad masih tebal)

Diantara piston dan caliper terdapat seal. Seal ini memiliki dua fungsi yaitu : untuk merapatkan ketika rem beroperasi dan mengembalikan piston ketika rem dilepas

Coba lihat gambar.

cara kerja rem cakram


Ketika rem beroperasi, minyak rem dari master silinder mendorong piston pada caliper. Sehingga caliper menekan brake pad.

Pada saat ini, seal akan terlihat seperti pada gambar. Dan ketika rem dilepas, tekanan hidraulis berkurang piston seal akan kembali ke bentuk semula. Dan efeknya akan menarik piston kembali.

Besaran gerakan seal ini juga yang membentuk celah antara brake pad dan piston.

2. Jika brake pad aus

Jika brake pad aus dan menipis, piston akan meluncur sampai menyentuh brake pad ketika direm. Dan ketika rem dilepas, seal hanya akan mengbalikan ke posisi batas kelenturannya.

Posting Komentar untuk "Sistem Rem Cakram : Komponen, Cara Kerja dan Kelebihannya"

Berlangganan via Email