Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Fungsi Piston pada Mesin dan Beberapa hal Yang Mekanik Harus Ketahui

Fungsi piston dan syaratnya


Piston bergerak turun naik didalam silinder untuk melakukan langkah hisap, kompresi, usaha dan buang.

Tentunya didalam silinder, piston bersama silinder harus bisa membuat kevakuman pada saat langkah hisap.

Pada saat langkah kompresi, tekanan gas tidak boleh bocor

Ketika langkah usaha harus kuat menerima tekanan pembakaran.

Dan pada saat langkah buang bisa menekan gas buang keluar dengan baik.

Piston dirancang khusus untuk bisa menjalankan kinerja diatas. Dengan bahan yang spesial, dan perhitungan yang matang.

Kami disini ingin membagikan beberapa pengetahuan tentang piston. Mulai dari fungsi piston dan juga beberapa hal yang perlu mekanik ketahui ketika bekerja dengan piston.

Mari kita bahas.

Fungsi piston

Jika kami pelajari dari salah satu pabrikan piston mahle, paling tidak ada 9 fungsi piston. Dan dari 9 fungsi tersebut, 3 diantaranya adalah yang paling penting.

1. Meneruskan tenaga

Fungsi piston yang utama adalah untuk menerima tekanan pembakaran dan kemudian meneruskan tekanan ini untuk memutar poros engkol melalui batang piston (connecting rod) 

Kapan ?

Untuk yang sudah mempelajari cara kerja mesin pasti sudah tahu.

Piston menerima tekanan pembakaran pada saat langkah usaha. 

Pada langkah ini,

Terjadi perubahan suhu dan tekanan yang sangat besar pada waktu yang sangat singkat. Dan piston harus meneruskan energi ini dan merubahnya menjadi tenaga gerak.

Tetapi ada sedikit masalah disini, 

Tekanan piston kesamping juga cukup besar seperti terlihat pada gambar. Oleh sebab itu piston dirancang khusus dan ditandai arah depannya.

Nanti kita bahas dibawah.

2. Merapatkan 

Bersama dengan ring piston, piston harus bisa merapatkan atau mencegah kebocoran gas pada setiap langkah piston. 

Dan juga piston dan ring piston harus dapat mencegah oli untuk masuk keruang bakar.

Untuk piston mesin 2 tak, 

... pada dinding piston digunakan untuk pemasukan atau pembilasan. Sehingga piston harus dapat menutup atau merapatkan agar gas tidak bocor kembali keruang engkol

3. Membuang panas

Pada kepala piston menerima panas pembakaran yang besar. Apalagi pada mesin diesel injeksi langsung, karena ruang bakarnya terdapat pada kepala piston.

Oleh sebab itu, piston harus mempunyai kemampuan membuang panas yang baik.

4. Membentuk volume silinder yang bervariasi

Piston membentuk volume silinder bervariasi. 

Ketika langkah hisap, volume akan meluas sehingga terjadi kevakuman, ketika kompresi volume akan mengecil, pada saat usaha volume akan membesar dan pada saat buang volume akan mengecil

5. Membantu pertukaran gas

Ketika langkah hisap, piston bersama ring piston akan bergerak dari TMA ke TMB, sehingga menghisap campuran udara dan bahan bakar

Ketika langkah buang, piston akan bergerak dari TMB ke TMA  sehingga gas buang keluar dari ruang bakar.

6. Membantu pencampuran udara dan bahan bakar

Pada piston Gasoline Direct Injection, kepala piston dirancang khusus sehingga akan membantu pencampuran udara dan bahan bakar secara homogen.

Piston akan membuat pusaran udara sehingga ketika bahan bakar disemprotkan akan bercampur dengan homogen

7. Mengatur pertukaran gas (pada mesin 2 tak)

Pada mesin 2 tak, piston mengatur pembukaan gas bekas maupun campuran baru maupun bilas.

Piston membuka dan menutup saluran buang dan bilas yang terdapat pada dinding silinder.

8. Tempat ring piston

Piston menjadi tempat untuk ring piston.

Pada mesin 2 tak umumnya dilengkapi dengan 2 ring piston.

Pada mesin 4 tak terdapat 3 ring piston. Dua ring kompresi dan 1 ring untuk oli.

9. Dudukan pen piston untuk small end conrod naik turun

Pen piston terpasang pada piston yang dikaitkan dengan small end connecting rod.

Pen piston mengikuti piston bergerak naik turun.


Syarat-syarat piston

- mampu beradapatasi dengan segala kondisi mesin
- mampu meluncur dengan  baik pada dinding silinder
- ringan
- tidak makan oli
- emisi rendah
- kemungkinan kehilangan tenaga karena gesekan rendah

Hal lain yang harus Anda ketahui.

1. Piston dibuat tirus.

Karena kepala piston menerima panas yang lebih besar, dikawatirkan ketika memuai maka diameter piston atas akan jadi terlalu besar.

Untuk itu piston dibuat sedikit tirus. Agar diameter piston atas dan bawah menjadi sama ketika panas.

Tetapi

Dengan teknologi yang semakin baik, piston lebih banyak menerapkan teknologi autothermic. 

Pada bagian dalam piston bagian atas ditanam ring baja.

2. Piston dibuat sedikit oval

Tebal dinding piston tidak sama. Bagian pada pin piton dibuat lebih tebal dari bagian sisi kerja torak.

Dengan adanya panas yang bekerja pada piston akan menyebabkan pemuaian. Dan pemuaian dinding piston tidak sama.

Itu sebabnya piston dibuat oval, agar ketika memuai, piston menjadi benar-benar silinder ketika panas.

3. Pen piston tidak pas di tengah piston

Pada saat langkah usaha, piston akan ditekan kebawah. 

Sayangnya tekanan tersebut juga menimbulkan gaya ke samping seperti pada gambar.

Untuk mengurangi keausan pada salah satu sisi yang cukup besar, letak pen piston dibuat offset sekitar 1-2 mm.

Kita mungkin tidak bisa melihatnya secara visual. Untuk mencegah piston tidak terbalik saat memasang, kepala piston diberikan tanda panah.

Itu tadi pembahasan tentang fungsi piston dan juga beberapa hal yang harus anda ketahui sebagai mekanik


3 komentar untuk "9 Fungsi Piston pada Mesin dan Beberapa hal Yang Mekanik Harus Ketahui"

  1. Assalamualaikum pak saya Diniyah Rizki Putri dari SMKN 54 Jakarta,mau nanya apa penyebab munculnya kerak pada permukaan piston?dan penyebab terjadinya kerusakan pada piston itu apa pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam.
      Penyebab kerak di kepala piston karena sisa pembakaran (karbon).

      Untuk penyebab piston bisa bermacam- macam..
      - misal kurang pelumasan, overheat, water hammer, bahkan ngelitik yang parah juga bisa menyebabkan piston rusak

      Hapus
  2. Baik pak, terimakasih penjelasannya

    BalasHapus

Berlangganan via Email