Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Merawat Ban Mobil agar Ban Tidak Cepat Aus


Ban merupakan salah satu komponen penting kendaraan yang memiliki fungsi antara lain : untuk menyangga beban (kendaraan dan muatan), meredam guncangan, memindahkan gaya dorong kendaraan, gaya pengereman dan mengontrol arah kendaraan.

Untuk mengetahui cara mencegah terjadinya kerusakan ban, mari kita mengenal lebih jauh tentang ban dan cara perawatannya.

Tips Merawat Ban

Tips mencegah kerusakan dini pada ban sehingga sesuai dengan umur pakai ban :

1. Periksa tekanan angin (sedikitnya 1x sebulan)

Dapat dilakukan bila ban terlihat kempes atau tekanan angin berlebih, terutama bila akan berpergian jauh. Harap menggunakan acuan pada buku pedoman pemilik kendaraan atau label petunjuk tekanan angin pada pilar pintu pengemudi kendaraan.

Efek tekanan angin berlebih :

  • Ban lebih mudah aus pada bagian sisi tengah.
  • Ban kurang dapat menahan guncangan sehingga mengurangi tingkat kenyamanan & pengendalian kendaraan menjadi kurang baik.
  • Bidang gesek permukaan ban lebih sedikit sehingga menurunkan kemampuan pengereman dan stabilitas kendaraan
  • Lapisan benang ban terlalu tegang dan mudah rusak jika terjadi benturan dari luar

Efek tekanan angin yang kurang :

  • Ban lebih cepat aus pada bagian sisi telapak.
  • Penggunaan bahan bakar meningkat, karena ban kempes membuat beban ban lebih berat sehingga membuat mesin bekerja lebih keras.
  • Kemudi bertambah berat
  • Lebih boros bahan bakar karena gesekan ban dengan jalan bertambah.
  • Ban menjadi lebih lentur sehingga temperatur dalamnya bertambah. Bila tekanan ban rendah sekali dan dikendarai pada kecepatan tinggi, ban dapat pecah sehingga membahayakan.

2. Periksa kedalaman alur ban

Melalui penunjuk keausan ban yaitu rusuk melintang pada dasar alur telapak, tinggi umumnya 1,6 mm, ditandai dengan tanda segitiga atau tulisan TWI (Tread Wear Indicator) pada dinding samping bagian atas ban. 

Ban harus diganti, jika indikator TWI ban sudah terlihat.

3. Disarankan untuk balancing atau spooring

Vibrasi (getaran) atau gangguan pada kendaraan dapat disebabkan karena ketidakseimbangan. 

Penyelarasan ban bertujuan agar tidak terjadi getaran pada kendaraan saat mobil dikendarai.

4. Lakukan rotasi berkala (setelah pemakaian 10.000 km)

Penggantian posisi ban agar ban memiliki umur pemakaian yang sama dan mencegah keausan tidak merata

Penggunaan ban pada satu posisi dalam waktu yang lama alam menghasilkan keausan tertentu.

Kenapa?

Pada saat membelok beban terbesar bekerja pada roda depan bagian luar.

Selain itu pada roda depan umumnya terdapat camber dan toe.

5. Periksa kondisi tutup pentil

Lihatlah apakah pentil sudah tertutup atau belum. Tutup pentil berfungsi mencegah keluarnya udara dan menjaga tekanan angin tetap stabil.

Terkadang memang tutup pentil ini mencegah kebocoran udara jika pentil sedikit bocor.

6. Periksa kondisi pelek

Pastikan pelek tidak rusak (pelek retak, berubah bentuk atau berkarat). Pelek yang rusak bisa menyebabkan ban menjadi cepat rusak, dan tidak balans

Jika harus dibongkar ulang,

Gunakan cairan pelumas untuk memudahkan pemasangan ban ke pelek.

7. Berhati-hatilah dalam memilih jalan

Beberapa hal berikut ini yang harus diperhatikan ketika berkendara.
  • Permukaan jalan yang kasar lebih mudah mengikis telapak ban.
  • Hindari kecepatan tinggi saat melewati jalan rusak/berlubang karena dapat merusak dan mengganggu keseimbangan ban.
  • Bila menemui jalan yang rusak dan harus dilewati, gunakan sisi tengah jalan, jangan menghindar tiba-tiba karena lebih rentan merusak sisi samping ban (telapak ban dilapisi kawat sedangkan sisi samping ban dilapisi benang.)

Contoh kerusakan ban yang sering terjadi

Berikut ini adalah sebagian daftar kerusakan ban yang sering terjadi :

  1. Check CBU (Casing Break Up) karena terbentur dengan keras. Biasanya karenan jalan yang rusak dan pengemudian yang kasar

  2. Kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan dalam pemasangan dan pelepasan ban dari pelek

  3. Tekanan angin ban yang berlebih dapat menyebabkan kawat bead patah saat pemasangan ban.

  4. Kerusakan yang disebabkan terpotong pada dinding samping yang mungkin disebabkan benda tajam atau keras

  5. Kerusakan yang disebabkan kurangnya tekanan angin ban sehingga ban menjadi terkikis akibat tekanan angin ban tidak sesuai dengan beban yang dimuat.


4 komentar untuk "Tips Merawat Ban Mobil agar Ban Tidak Cepat Aus"

  1. Assalamualaikum pak saya Diniyah Rizki Putri dari SMKN 54 Jakarta,ingin bertanya pak kelemahan ban itu apa saja?bagaimana kita bisa mengetahui kalau keadaan ban ada kerusakan kecil maupun besar?dan kualitas yang baik dan kurang baik itu gimana ya pak?

    BalasHapus
  2. Waalaikumussalam, untuk mengetahui kerusakan ban kita bisa mengeceknya secara visual (dengan mata).

    Ban yang baik sesuaikan dengan persyaratannya. Misalnya batas kecepatan dan index beban.

    Untuk kelemahan ban mungkin bisa diperjelas untuk pertanyaannya?

    BalasHapus