Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelajari 11 Sensor EFI dan Fungsinya serta Ketahui Letak Komponennya

Kali ini kami akan berbagi tentang sensor EFI dan fungsinya. Dan juga memberi tips dimana letak komponen sensor-sensor EFI tersebut.

Tujuannya agar Anda bisa membedakan sensor satu dengan yang lainnya. Tidak tertukar ketika mengerjakannya. Dan jangan sampai salah ganti komponen.

Sebelum kita membahas tentang sensor EFI, kita sedikit luruskan dulu tentang istilah EFI (Electronic Fuel Injection). 

EFI  sebenarnya adalah merk dagang sistem bahan bakar injeksi milik Toyota. Baik itu untuk mesin bensinnya maupun untuk mesin diesel common railnya. 

Tetapi karena sudah umum, kita akan mengangap semua mobil injeksi dengan sebutan EFI.

Merk selain Toyota umumnya menyebut dengan MPI (Multi Point Injection), PGMFI untuk Honda, EMS (Engine Management System), dll

Apa fungsi sensor ?

Sensor merupakan bagian dari sistem injeksi yang berfungsi untuk memberi informasi beberapa kondisi mesin kepada ECU dan selanjutnya digunakan untuk menentukan penyemprotan, pengapian, dll.

Ok, jika sudah mari kita perkenalkan sensor-sensor EFI dan letaknya

1. CKP Sensor

Crankshaft sensor (CKP)


CKP merupakan singkatan dari crankshaft position sensor

Sensor ini mendeteksi putaran mesin dan posisi poros engkol apakah sedang pada posisi TMA atau TMB atau posisi yang lain.

Dan sesuai dengan namanya, jika kita sedang mencari letaknya, kita bisa mencari di sekitar crankshaft atau poros engkol (kruk as). 

Jangan cari-cari di tempat lain !

Lokasinya ada yang di dekat pully seperti BMW E36, Land ROver Evoque, dll

Dan ada juga yang di dekat fly wheel (roda gila). 

Walaupun untuk beberapa model jaman dulu letaknya di distributor. Seperti mobil corolla 90-an.


2. CMP sensor

CMP singkatan dari camshaft. Itu artinya CMP sensor adalah sensor untuk mengawasi posisi camshaft (poros nok)

Fungsi CMP sensor sama dengan CKP sensor yaitu untuk mendeteksi putaran mesin dan posisi poros engkol.

Hanya saja CMP sensor lebih teliti daripada CKP sensor. 

Bagaimana bisa ?

Untuk memahaminya, kita harus mengingat-ingat cara kerja mesin 4 tak. Dalam satu siklus poros engkol berputar 2 kali sedangkan poros nok berputar 1 kali. 

Sehingga 360 derajat dari poros nok untuk mesin 4 silinder sudah bisa mewakili posisi masing-masing piston ada dimana.

Kalau CKP masih bisa keliru antara TOP silinder 1 atau 4.

Letak sensor ini di sekitar poros nok (cam shaft). 

Tetapi hati-hati ketika kita mencari sensor ini, banyak yang tertukar dengan selenoid vvti. Karena berasumsi kalau selenoid itu adalah CMP sensor, padahal bukan. 

Hati-hati


3. MAP sensor

MAP Sensor



MAP singkatan dari Manifold Absolute Pressure. 

Fungsi MAP sensor ini yang membaca tekanan di dalam intake manifold.

Dari besarnya tekanan manifold tersebut, ECU bisa memperkirakan jumlah udara yang masuk ke dalam silinder. 

Letaknya dimana?

Sejauh yang kami temui, ada 3 kemungkinan posisi
  • Terpasang pada intake manifold seperti pada mobil-mobil Honda
  • Di sekitar manifold dan biasanya di pasang selang menuju MAP sensor seperti pada avanza dan xenia
  • Di dalam ECM mesin dengan disambung selang vakum seperti pada tipe Audi lama dan beberapa Mercedes lama.

4. Air Mass Sensor

Air Mass Sensor



Air mass sensor berfungsi untuk mengetahui jumlah udara yang masuk.

Jika sudah diukur, ECU akan mengatur juga berapa lama injektor harus nyemprot sesuai dengan pengaturannya.

Airmass sensor umumnya diletakkan di dekat filter. Dan umumnya airmass menyatu dengan pengukur temperatur udara (IAT).

5. Air Flow meter

Air flow meter berfungsi untuk mengukur aliran udara.

Tipe pengukur udara ini sebenarnya sudah tidak digunakan dimobil. Kalau dilihat banyak di gunakan pada mobil tahun 80-90 an. 

Sensor ini diletakkan di dekat filter udara.

Catatan untuk pengukur udara.

Pada mobil umumnya menggunakan salah satu dari tiga pengukur udara diatas. Kalau menggunakan MAP disebut tipe D, sedangkan kalau menggunakan air mass disebut tipe LH. 

Kami menjumpai pada beberapa tipe seperti evoque, ford focus, mazda 2 dan mungkin beberapa tipe lain menggunakan airmass dan MAP sensor sekaligus.

6. TPS Sensor

TPS sensor



TPS singkatan dari Throttle Position Sensor.

Fungsinya untuk membaca pembukaan throttle, apakah sedang terbuka penuh atau tertutup penuh.

Kalau jaman dulu TPS ini hanya membaca idle, setengah dan full. Tetapi model sekarang bisa membaca setiap sudut pembukaan throttle.

Kalau dari namanya berarti letaknya di dekat throttle. Dan pada mobil-mobil yang sudah tidak menggunakan kabel gas, TPS menyatu dengan motor throttle body.

Ketika dapat info dari TPS, ECM akan memproses beberapa hal.
  • ketika idle ECM akan mengatur ISC
  • ketika Throttle dibuka tiba-tiba, ECM akan membacanya sebagai akselerasi
  • ketika Throttle terbuka penuh, ECM akan membaca kalau mobil sedang beban penuh.


7. ECT Sensor

ECT sensor singkatan dari Engine Coolant Temperature Sensor.

Ada yang menyebutnya WTS (water temperature sensor).

Fungsi dari ECT sensor adalah membaca suhu air pendingin dan memberi informasi ke ECM kondisi suhu kerja mesin. 

Dari info ini, ECM akan melakukan pengayaan ketika dingin. Menyalakan kipas radiator ketika panas, dll

9. IAT sensor

IAT Sensor


IAT atau Intake air temperature sensor ini mengukur suhu udara yang masuk kedalam silinder.

Kenapa harus repot-repot diukur?

Ternyata memang ada hitungannya. 

Ilustrasinya seperti ketika kita menjemur balon. Yang akan terjadi adalah balon-balon tersebut akan mengembang dan balon meledak.

Semoga bisa membuktikan bahwa merenggangnya molekul-molekul udara ketika panas.

Jadi nanti berpengaruh terhadap pengukuran airmass.

Untuk letaknya, kalau tidak menyatu dengan airmass, IAT ada dijalur setelah filter sebelum throttle.

10. Lamda Sensor

Lamda Sensor



Lamda sensor atau oksigen sensor atau AFR sensor. Letaknya di knalpot. 

Kalau mobil yang sudah menggunakan katalitik, jumlah oksigen sensor ada dua. Yaitu dipasang sebelum dan sesudah catalitic. 

Jika mesinnya V, umumnya memiliki 4 sensor. 2 sensor untuk bank 1 dan 2 sensor untuk bank 2

Hal diatas yang kadang bikin bingung banyak orang. Misalnya ada kasus Lamda sensor 1 bank 2. Dan bisa menyebabkan salah ganti sensor.

Fungsi lamda sensor depan adalah untuk membaca hasil pembakaran. Bagus apa jelek, gemuk atau kurus. Informasi ini yang digunakan ECM untuk mengatur kembali jumlah injeksi bahan bakar.

Fungsi lamda sensor yang belakang katalitik, untuk mengawasi kerja katalitik. Jadi gas buang yang melewati katalitik harus lebih bagus dari hasil pembakaran.

11. Knock sensor.

Sesuai namanya, fungsi knok sensor adalah untuk mendeteksi knocking atau ngelitik. 

Kalau ECM mendapat informasi bahwa mesin ngelitik, ECM akan mengatur ulang timing pengapian. 

Salah satu fungsinya seperti oktan selektor pada mobil jadoel, hanya saja ini otomatis.

Letaknya ada di blok mesin. Kalau teori yang kami dapat, 1 knock sensor bisa mendeteksi 3 silinder. 

Tetapi silahkan buktikan sendiri.

Sebenarnya masih banyak sensor-sensor lain. Tetapi sensor-sensor diatas adalah yang paling dasar. 

Nanti kita akan lanjutkan kembali

Salam kunci




3 komentar untuk "Pelajari 11 Sensor EFI dan Fungsinya serta Ketahui Letak Komponennya"

  1. Assalamualaikum pak saya Nabila Febrianti dari SMK negeri 54 jakarta ingin bertanya bagaimana cara membedakan CMP sensor dengan selenoid vvti?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang pertama dilihat dari bentuknya, (agak sulit dijelaskan Dengan kata-kata) bisa cari sendiri di google bentuknya masing-masing, akan terlihat jelas perbedaannya.
      Yang kedua dilihat dari posisinya, kita harus tau mesin mobil ini sudah menggunakan teknologi VVT-I atau belum. Kalo sudah maka Solenoidd VVT-i biasanya ada di bagian depan camshaft pada mesin, sedangkan cmp sensor ada di belakang. Dan kalau belum memakai VVT-i maka cmp ada di bagian depan camshaft. Ada juga beberapa mesin yang meletakkan cmp sensor dan Solenoid variable control timing di belakang camshaft. Jadi harus lihat dulu merk dan tipe mobilnya. Yang ketiga dilihat dari fungsinya. Fungsi dari cmp sensor sudah di jelaskan di atas, sedangkan fungsi Solenoid VVT-i adalah untuk mengatur waktu pembukaan dan penutupan Katup intake dan katup exhaust berdasarkan kondisi mesin. Begitu kurang lebih nya. Mohon dikoreksi bila ada kesalahan dalam menjelaskan.🙏😊

      Hapus