Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menggunakan Radiator Cap Tester untuk Memeriksa Kebocoran Sistem Pendingin

Pada materi kali ini, kami akan membagikan cara menggunakan radiator cap tester untuk mendiagnosa sistem pendingin mesin.

Pemakaian radiator tester ini adalah salah satu cara memeriksa kebocoran sistem pendingin.

Karena berdasarkan pengalaman mengerjakan keluhan kebocoran air radiator, peralatan ini sangat membantu dalam analisa. Apalagi untuk kebocoran-kebocoran kecil ataupun kebocoran internal.

Selain itu juga alat ini juga digunakan untuk memeriksa fungsi tutup radiator (radiator cap). Bagaimana cara memeriksa radiator cap? 

Kami akan jelaskan dibawah.

Apa itu radiator tester?

Radiator tester dan radiator cap tester merupakan satu kesatuan alat. Jika kita membelinya, biasanya didalam paketnya terdapat pompa dan bermacam-macam pengganti tutup. Selain itu juga terdapat adaptor untuk pemeriksaan tutup.

Cara kerja radiator cap tester ini seperti pompa ban yang dilengkapi dengan meter pengukur tekanan. Hanya saja ketika menggunakannya kita harus tahu bagaimana kerja sistem pendingin dan tutup radiator.

Tujuannya supaya kita tahu berapa tekanan yang harus kita berikan untuk memeriksa tutup dan sistem pendingin. Walaupun sebenarnya tertulis pada tutup radiator.

Kapan harus menggunakan radiator cap tester ?

Penggunaan radiator cap tester yang pertama diperlukan pada saat kita ingin mencari kebocoran air. Biasanya pelangan akan mengeluh air radiator sering nambah.

Jika ada kata kunci tersebut, kita wajib memeriksanya. Apalagi jika penambahannya cukup banyak.

Penggunaan kedua ketika kita melakukan perawatan berkala. Misalnya ketika mengganti air radiator secara rutin yang umumnya pada setiap 40.000 km. Tujuannya untuk memastikan tutup radiator masih bagus dan juga memastikan tidak ada kebocoran air pendingin.

Pemakaian ketiga adalah ketika disekolah atau ketika uji kompetensi tune up. Memang keperluannya untuk penilaian ketrampilan mekanik atau calon mekanik. 

Jadi silahkan menyesuaikan

Cara menggunakan radiator tester.

Cara menggunakan radiator tester

Diatas adalah contoh pemeriksaan kebocoran sistem pendingin pada mobil mini cooper. Pemeriksaan dilakukan pada saat mesin dingin dan juga pada tekanan tertentu.

Kenapa pemeriksaan dianjurkan ketika mesin dingin?

Tujuan pemeriksaan kebocoran pada waktu dingin adalah menghindari air rembesan yang menguap ketika di pompa. Jika kebocoran hanya kecil (rembes) air akan cenderung menguap dan kita akan kehilangan jejak sebelum menemukan kebocoran.

Memang jika kebocoran parah, tidak kita pompa juga bisa terlihat. Atau ketika dipompa juga langsung terlihat air yang mengalir. Tetapi ada hal lain yang juga ingin dihindari yaitu 

Pembukaan tutup radiator ketika mesin masih panas.

Pada tutup terdapat tulisan jangan buka tutup radiator ketika panas, berbahaya! Karena memang resikonya menyembur dan air panas akan mengenai tubuh kita.

Jadi hati-hati.

Supaya bisa menjadi perhatian akan kami ulang pointnya yaitu:

1. Lebih aman ketika membuka tutup

2. Jika bocor sangat kecil (rembes) bisa tetap ditemukan karena tidak menguap

Bagaimana selanjutnya cara menggunakan radiator tester? Mari ikuti langkah-langkahnya

  • Lepas tutup radiator, sambil melihat kondisi airnya

  • Jika kurang isi radiator dengan coolant (asal kondisi coolant masih bagus)

  • Cari adaptor yang tepat untuk radiator cap tester. Karena cukup banyak sebaiknya pilih dengan teliti, karena bisa saja ulir masuk tetapi ternyata seal tidak menutup sempurna. 

    Jika sudah ketemu, pasangkan pada radiator atau reservoir dan juga pada radiator tester.

  • Pompa sesuai spesifikasi.

    Jika tidak tahu spesifikasinya, kita bisa berpatokan dengan tulisan yang ada di tutup radiator.

    misal tertulis 89 kpa = 0,9 bar = 13,1 psi maka kita bisa pompa dengan angka yang sama atau 10 % lebih banyak

    Bagaimana untuk ukuran lain ?

    Sejauh ini hanya pada beberapa mobil eropa yang memiliki tutup dengan tulisan 140 dan 200. Dan menurut manual, hanya boleh dipompa maksimal 150 kpa saja.

  • Tunggu beberapa menit apakah tekanan turun atau tidak. Ketika turun pastikan apakah ada kebocoran pada sistem pendingin

    pada beberapa kasus, kami melakukan ini dan menunggu semalaman. Dan di pagi harinya akan kami cari apakah ada kebocoran atau tidak.

    Jika tidak ada kebocoran luar, mungkin bisa saja terjadi kebocoran internal didalam mesin. Beberapa kasus mungkin akan kami ceritakan dibawah.

Itu tadi sekilas tentang proses bagaimana menggunakan radiator tester untuk memeriksa kebocoran air pendingin mesin (coolant). Atau untuk memeriksa radiator bocor serta komponen-komponen lain.

Selanjutnya adalah cara pemeriksaan fungsi tutup radiator.

2. Cara menggunakan radiator cap tester untuk memeriksa fungsi tutup radiator

radiator cap tester

  • Pasang tutup radiator pada radiator cap tester (sesuaikan adaptornya)

  • Pompa radiator cap tester 

    dan

    Ketika dipompa, tekanan harus berhenti (dibocorkan) sesuai dengan angka pada tutup radiator. Tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

  • Jika tekanan bertahan dibawah spek atau diatas spek, ganti tutup radiator.

Catatan pengalaman menggunakan radiator tester

Catatan ini adalah beberapa pengalaman kami ketika menggunakan radiator tester.

1. Tekanan turun tetapi tidak ada kebocoran terlihat.

Jika mengalami hal ini, ada dua kemungkinan yang terjadi. 

Yang pertama alat bocor, mungkin dari selang-selang ataupun dari seal-seal. Dan kemungkinan yang kedua adalah adanya kebocoran internal.

Kasus yang pernah kami temui adalah kebocoran pada water jacket mesin karena mobil tidak dirawat menggunakan coolant. Dan ini terjadi pada mobil Toyota Alphard.

Kasus yang kedua adalah kebocoran pada oil cooler yang terjadi pada mobil Mercy W212 E-Class.

Dan masih banyak lagi.

Khusus untuk kebocoran didalam ruang bakar karena paking atau cylinder head, kita harus melihatnya dengan endoskopi atau kamera khusus.

Kasus yang ketika terjadi kebocoran pada intercooler turbo pada BMW Z4. Kebocoran air tidak terlihat karena air masuk ke dalam intake manifold

2. Ada kemungkinan diprotes tukang radiator.

Pada suatu kasus, kami mengerjakan mobil yang mengalami kebocoran pada radiator. Ketika hendak ganti, ternyata sudah tidak tersedia spare partnya. Dengan terpaksa kami harus meminta bantuan tukan radiator untuk memperbaikinya.

Karena berulang-ulang, kami diprotes karena setelah radiator dipasang kami test menggunakan radiator tester. ????

Padahal tujuan pengetesan ini adalah memberi tekanan pada radiator sama dengan tekanan yang dia terima ketika mesin panas dan sistem pendingin bekerja.

Sama, tidak lebih.

Kami lebih memilih ketahuan sebelum mobil keuar dari bengkel dari pada sudah digunakan pelanggan tetapi bocor dijalan dan beresiko overheat dan mogok

Kesimpulan

Itulah pentingnya radiator cap tester berdasarkan pengalaman kami. Ibarat kita menguji sistem pendingin sesuai kinerjanya tetapi tidak dalam keadaan mesin panas yang menyusahkan pemeriksaan. Sehingga kita terhindar dari luka bakar ketika bekerja dan kebocoran tetap dapat diketahui


Posting Komentar untuk "Cara Menggunakan Radiator Cap Tester untuk Memeriksa Kebocoran Sistem Pendingin"