Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menggunakan Radiator Cap Tester untuk Mencari Kebocoran Air pada Mobil

Di beberapa bengkel tentunya dilengkapi dangan alat radiator cap tester. Dan tentu saja di sekolah otomotif juga ada.

Hanya saja

Pemanfaatannya alat tersebut mungkin masih kurang optimal dan kurang ditekankan. 

Untuk itu kami akan berbagi bagaimana menggunakan radiator cap tester untuk mencari kebocoran air pada mobil.

Karena kebocoran air pendingin cukup beresiko jika dibiarkan. Tentunya bisa menyebabkan overheat dan mesin mengalami kerusakan

Kapan harus menggunakan radiator cap tester ?

Penggunaan radiator cap tester diperlukan pada saat kita ingin mencari kebocoran air. Biasanya pelangan akan mengeluh air radiator sering nambah.

Jika ada kata kunci tersebut, kita wajib memeriksanya. Apalagi jika penambahannya cukup banyak.

Selain itu,

Ketika kita melakukan perawatan berkala. 

Biasanya jika kita disekolah, pemakaian alat ini dimasukkan juga pada saat uji kompetensi tune up. Terutama untuk pengecekan tutup radiator.

Tetapi pada kenyataanya, mungkin kita harus memeriksa sistem pendingin dengan radiator cap tester bersamaan dengan penggantian coolant.

Ada pabrikan yang menganjurkan penggantian setiap 40.000 km. Silahkan menyesuaikan

Cara menggunakan radiator cap tester

cara menggunakan radiator cap tester


Untuk pemeriksaan sebaiknya pada waktu dingin.

Alasannya karena :
  1. Lebih aman ketika membuka tutup

  2. Kebocoran yang kecil (rembes) bisa terdeteksi. Karena asumsinya jika rembes, air akan menguap ketika panas
Mari kita ikuti langkah-langkahnya

1. Pemeriksaan sistem pedingin dari kebocoran
  • Lepas tutup radiator, sambil melihat kondisi airnya

  • Jika kurang isi radiator dengan coolant (asal kondisi coolant masih bagus)

  • Cari adaptor yang tepat untuk radiator cap tester

  • Pompa sesuai spesifikasi.

    Jika tidak tahu spesifikasinya, kita bisa berpatokan dengan tulisan yang ada di tutup radiator.

    misal tertulis 89 kpa = 0,9 bar = 13,1 psi maka kita bisa pompa dengan angka yang sama atau 10 % lebih banyak

    Bagaimana untuk ukuran lain ?

    Sejauh ini hanya pada beberapa mobil eropa yang memiliki tutup dengan tulisan 140 dan 200. Dan menurut manual, hanya boleh dipompa maksimal 150 kpa saja.

2. Pemeriksaan kinerja tutup radiator

radiator cap tester

  • Pasang tutup radiator pada radiator cap tester (sesuaikan adaptornya)

  • Pompa radiator cap tester 

    dan

    Tekanan harus berhenti (dibocorkan) sesuai dengan angka pada tutup radiator. Tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

  • Jika tekanan bertahan dibawah spek atau diatas spek, ganti tutup radiator.

Catatan

Terkadang, ada omongan menggelitik

Mas, radiator sudah diservis

Nanti jangan dipompa ya ?

Padahal kita tahu, jika tekanan sistem ketika panas seperti yang tertulis di tutup radiator. Dan setelah mengetahui ini apakah anda masih memilih menunggu ketika mobil dibawa jalan dan radiator jebol. Atau ketika di bengkel sudah kita cek apakah servisnya tadi kuat atau tidak.

Tentunya dengan memperhatikan tekanan.







Posting Komentar untuk "Cara Menggunakan Radiator Cap Tester untuk Mencari Kebocoran Air pada Mobil"

Berlangganan via Email