Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Coolant dan Zat Anti Beku

Coolant dan zat anti beku

Perlukah kita menggunakan coolant dan zat anti beku pada mobil ? 

Jawabannya memang perlu

Di Indonesia, memang tidak terdapat musim dingin yang dapat menyebabkan cairan pendingin didalam radiator dan didalam mesin menjadi membeku.

Tetapi tetap saja perlu, hanya saja dengan kadar dan kosentrasi campuran yang berbeda.

Di negara dengan musim dingin, coolant dan anti freeze wajib digunakan. Hal ini untuk menghindari radiator dan blok mesin menjadi pecah karena volume pendingin bertambah gara-gara membeku.

Jika anda belum ada ide, 

Coba masukkan air didalam plastik dan masukkan kedalam freezer. Ukurannya akan lebih besar setelah menjadi es.

Betul ?

Untuk itu disana perlu campuran anti beku (anti freeze).

Apa kelebihan anti beku ?

Kelebihan anti beku adalah :
  • Mempunyai titik beku dibawah air pendingin
  • Mencegah karat pada sistem pendingin mesin
  • Tidak terpengaruh dengan kemampuan radiasi panas pada pendingin.
  • Tidak merusak komponen yang terbuat dari karet
  • Kekentalan yang stabil tanpa terpengaruh pada temperatur
  • Reaksi kimianya stabil
  • Tidak mudah berbusa
  • Tidak mudah menguap

Penggunaan zat anti beku.

Radiator mobil umumnya dibuat dari panduan tembaga dan beberapa dari aluminium. Dan bahkan akhir-akhir ini lebih banyak tabung radiator dibuat dari plastik.

Harapannya radiator menjadi lebih ringan dan dapat mengurangi bobot kendaraan.

Repotnya untuk bahan radiator model aluminium, bisa berkarat karena pengaruh kimia yang salah termasuk pemilihan anti beku yang salah. Terutama untuk radiator yang mengandung bahan aluminium.

Oleh karena itu, pada mobil terdapat spesifikasi yang berbeda untuk anti bekunya. Contoh pada mobil Audi terdapat G12 dan G13, dll.

Tipsnya adalah, ikuti petunjuk manual !

Sebelum memasukkan zat anti beku kedalam sistem pendingin, kita harus memastikan perbandingan campuran antara anti beku dan cairan pendinngin.

Lebih baik mengikuti petunjuk manual, hanya saja secara umum kita bisa menggunakan patokan pada grafik berikut ini.

Contoh :

Apabila zat anti beku melewati temperatur dari pendingin -20 derajat celcius, jumlah anti beku harus lebih besar 35% dari total cairan pendingin yang ditambahkan.


Catatan

Meskipun di negara tropis, sebaiknya kita tetap menggunakan coolant yang sudah terdapat anti beku. Hanya saja cukup dengan kepekatan yang lebih rendah.




Posting Komentar untuk "Coolant dan Zat Anti Beku"