Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fungsi Koil Pengapian (Ignition Coil) dan Cara Kerjanya

Sebagai mekanik apakah anda tahu fungsi koil pengapian (ignition coil) dan cara kerjanya ?

Koil pengapian mobil bentuknya bisa bermacam-macam. Ada yang satu koil untuk semua silinder dan ada juga yang masing-masing silinder memiliki satu koil pengapian. Dan ada juga yang satu koil melayani dua busi.

Tetapi apapun bentuknya, berapapun jumlah pinnya, fungsi dan cara kerjanya tetap sama. Hal ini pernah kami bahas di sistem pengapian konvensional. Dan kita akan perdalam disini.

Fungsi koil pengapian

Fungsi koil pengapian adalah untuk mengubah tegangan listrik baterai menjadi tegangan tinggi untuk menyalakan mobil.

Berapa besar tegangannya ?

Dan apakah hanya itu saja ?

Jika anda baca dari situs auto2000, maka disana akan anda temukan 5 fungsi koil pengapian. Apa sajakah itu ?

Kami akan mencoba membahas lebih dalam lebih ke tiga poin saja.

1. Mengubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi

tegangan koil pengapian

Seperti yang disebutkan diatas, fungsi utama dari koil pengapian adalah untuk merubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi. Tujuannya agar saat pembakaran dihasilkan percikan bunga api yang besar dan berkualitas pada busi.

Berapa besarnya ?

Menurut teori koil pengapian bisa menghasilkan 5.000-25.000 volt. 

Dan ketika kami ukur menggunakan alat pada sistem pengapian kendaraan lama memang relatif besar. Karena bisa terukur 5000-15.000 volt. 

Hanya saja akhir-akhir ini kami jumpai pada kendaraan yang relatif lebih modern. Kadang kami jumpai hanya sekitar 2.000 - 5.000 volt saja.

Tetapi yang jelas koil pengapian sudah merubah tegangan baterai yang hanya 12 volt menjadi tegangan tinggi.

2. Mengatur pengapian

fungsi koil pengapian

Pengaturan pengapian pada mobil konvensional tergantung pada platina dan beberapa advancer. Dan pada beberapa mobil injeksi terletak pada ECM. 

Hanya saja pada beberapa kendaraan, kita akan menjumpai pengaturan pengapian langsung pada ignition coil. Umumnya ditandai dengan jumlah pin yang lebih banyak.

Pada coil tipe ini, kita sudah tidak bisa mengukur kumparan primer dan sekunder pada ignition coil. Karena terhalang oleh komponen elektronik didalam koil

3. Memunculkan percikan api busi



Sebenarnya fungsi yang ketiga ini sudah dijelaskan juga pada pembahasan pertama. Yaitu dengan berubahnya tegangan rendah ke tegangan tinggi, maka akan sanggup memunculkan percikan api busi.

Celah busi yang cukup beragam juga akan mempengaruhi percikan api busi.

Loh bukannya celah busi 0,8 mm saja ya?

Tidak

Celah busi sudah ditetapkan masing-masing pabrikan. Ada yang 0,8 mm dan juga ada yang 1,0 mm bahkan ada yang 1,1 mm

Cara kerja koil pengapian

Fungsi koil pengapian dan cara kerjanya


Setelah membahas 3 fungsi koil pengapian, kita akan membahas ulang tentang cara kerja koil pengapian.

Dan juga apa saja komponen yang ada didalamnya.

Tujuannya agar kita tahu bagaimana cara koil bisa menghasilkan tegangan tinggi.

Jika dibelah isi koil pengapian adalah lilitan. 

Satu lilitan dengan kawat lebih besar dan lebih pendek. Lilitan ini disebut lilitan primer. Dan satu lagi memiliki kawat lebih kecil dan jauh lebih panjang. Lilitan ini disebut lilitan sekunder.

Prinsip kerjanya seperti pada ilustrasi berikut ini


Ketika magnet digerak-gerakkan dengan cepat didekat sebuah lilitan, maka lilitan tersebut akan menghasilkan gaya gerak listrik.

Bagaimana jika magnet diatas diganti dengan sebuah elektromagnet, yang dinyalakan dan matikan secara cepat ?

Hasilnya akan sama, yaitu lilitan kedua akan menghasilkan gaya gerak listrik.

Bagaimana cukup jelas ?

Proses yang terjadi pada koil pengapian juga sama, lilitan primer akan di beri arus on dan off dengan cepat, sehingga akan terjadi kemagnetan dan hilang dengan cepat.

Sehingga akan terjadi induksi tegangan tinggi pada lilitan sekunder.

Dari sinilah terjadinya percikan bunga api listrik untuk pembakaran

Posting Komentar untuk "Fungsi Koil Pengapian (Ignition Coil) dan Cara Kerjanya"

Berlangganan via Email