Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Kerja Kipas Radiator

Pagi ini, saya mendapat pertanyaan kenapa kipas radiator BMW Seri 5 E39 ketika dinyalakan AC langsung berputar full speed ya ?

Langsung yang pertama saya pikirkan, tahanan putus. Tetapi karena mobil ada di Solo, saya bertanya-tanya bagaimana cara kerja kipas radiator mobil yang ada disana. 

Apakah mobil menggunakan 1 electric fan atau 2 electric fan. Maklum saja, di bengkel Jakarta sudah jarang ketemu BMW seri 5 tipe E39 lagi.

Untung dapat foto dan nomer rangka, sehingga bisa mencari referensi sebelum menjawab.

Cerita diatas adalah gambaran tentang bagaimana mendiagnosa kendaraan ketika mengalami masalah terutama yang berhubungan dengan kipas radiator.

Kita harus tahu cara kerja kipas radiatornya terlebih darhulu.

Apakah menggunakan visco fan dan extra fan. Atau mobil menggunakan 2 electric fan. Atau malah hanya menggunakan 1 kipas saja.

Karena hal ini akan mempengaruhi diagnosa kita.

Kipas pada sistem pendinginan berfungsi untuk mengalirkan udara pada inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat diserap ke udara.

Aliran pada mesin-mesin kendaraan selalu sejajar dengan gerakan kendaraan. Karenanya pemasangan kipas dan radiator selalu tegak lurus terhadap gerak kendaraan. 

Meskipun mesin melintang, kipas dan radiator juga akan selalu tegak lurus dengan arah kendaraan. 

Pada mesin melintang, kipas akan menggunakan motor listrik sedangkan pada mesin horisontal kebanyakan kendaraan akan menggunakan visco fan yang diputar oleh mesin. Meskipun ada juga yang tetap menggunakan motor listrik.

1. Kipas radiator model visco fan atau fluid kopling.

cara kerja kipas radiator


Pada jaman dahulu, .....

..... kipas radiator yaitu diikat langsung oleh pulley dan diputar oleh fan belt. Tipe ini mempunyai kelemahan yaitu cukup sulit untuk menjaga temperatur kerja yang konstan.

Pertama

Kita harus tahu terlebih dahulu bahwa temperatur kerja mesin yang ideal adalah sekitar 80-90 derajat. Dan didalam mesin tidak boleh terjadi overcooling ataupun overheating.

Maksudnya tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh terlalu panas. 

Pada model kipas diatas, ketika kecepatan rendah kipas akan berputar pelan dan ketika kecepatan tinggi, kipas akan berputar tinggi. Sehingga tingkat pendinginannya berbeda.

Disitu pabrikan kadang kesusahan buat merancang kipas yang efektif. Kalau dibuat kecil, nanti mobil overheating. Tetapi kalau dibuat besar, nanti overcooling.

Untuk mengatasi permasalahan diatas maka dirancang visco fan atau fluid kopling.

Kipas radiator diikatkan pada visco fan ini. Dan belt memutarkan bagian poros visco fan.

Apa bedanya ?

Bedanya diantara poros visco fan dan rumah visco fan terdapat cairan silikon yang bisa mengalir dari ruang A ke ruang B karena panas. Jadi kipas akan berputar lambat ketika silikon kosong dan akan berputar cepat ketika silikon terisi.

Bayangin saja kita sedang mendayung kapal diatas angin dan diatas air. 

Ketika diatas air pastinya kapal akan bergerak kan? tetapi kalau diatas angin tentunya tidak bisa bergerak. 

Begitu kira-kira prinsip kerja dari visco fan. 

Paling enak memang kalau dijelaskan lewat video. Semoga nanti bisa update setelah videonya jadi.

2. Kipas radiator elektrik yang dikontrol oleh switch

Kipas radiator ini sudah menggunakan motor listrik dan tentunya mengambil arus dari baterai. Kipasnya hanya akan hidup ketika temperatur sudah mencapai suhu kerja mesin.

Untuk melayani kondesor AC, umumnya menggunakan kipas terpisah. Itu sebabnya muncul istilah extra fan.

Pada model awal, 

Kipas akan dihubungkan dengan switch yang bekerja karena temperatur. Ketika temperatur kerja mesin tercapai, switch ini akan terhubung dengan massa sehingga kipas akan menyala. Dan ketika sudah mulai dingin, switch bisa terbuka sehingga kipas mati.

3. Kipas radiator elektrik yang dikontrol secara elektronik

cara kerja kipas radiator


Semenjak mobil menggunakan kontrol bahan bakar elektronik atau dikenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI). Kebanyakan kipas radiator diatur oleh Electronic Control Module (ECM).

Untuk mengatur hidup matinya kipas, ECM mendapat informasi termperatur mesin dari Engine Coolant Temperatur Sensor.

Perkembangan selanjutnya pada kipas radiator dipasangkan tahanan bertingkat sehingga bisa memiliki beberapa tingkat percepatan. Seperti pada mobil BMW yang saya sebutkan diawal.

Pada generasi sekarang ini, kipas radiator diatur oleh PWM (Pulse Width Modulation) atau boleh dibilang denyutan listrik.

Untuk membuktikannya silahkan dilihat dengan scanner berapa besar putaran kipasnya ? Bisa hanya 20 %, 40 % atau bahkan 100 %. Pada tipe ini tentunya kipas radiator sudah dilengkapi dengan modul extra fan.

Catatan

Terkadang kita menyepelekan kinerja kipas radiator terutama untuk kinerjanya ketika mencegah overcooling. Sehingga banyak dijumpai kipas dimodifikasi sehingga putaran menjadi sangat kencang saja ataupun untuk visco fan tidak difungsikan (dilangsung).


Posting Komentar untuk "Cara Kerja Kipas Radiator"