Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Fungsi Radiator Mobil dan Cara Kerjanya. Apa Efeknya Jika Rusak?

fungsi radiator mobil dan cara kerjanya

Dalam materi otomotif kali ini kami akan membahas tentang fungsi radiator mobil dan cara kerjanya

Apa itu radiator mobil?

Radiator adalah salah satu komponen utama sistem pendingin yang menjaga agar temperatur mesin tetap pada suhu kerjanya.

Sebenarnya radiator tidak hanya digunakan pada mobil tetapi pada motor yang menggunakan sistem pendingin air. Tetapi kusus disini kami akan lebih banyak membahas pada mobil terlebih dahulu.

Dengan menyelipkan pengalaman kami dibengkel supaya teori dan pengetahuan anda tentang praktek juga bisa bertambah.

Tujuannya, paling tidak nantinya paham bagaimana mengecek fungsi radiator dan juga apakah radiator bekerja dengan baik atau tidak.

Dan juga bisa merawat radiator dan mengetahui gejala-gejala kerusakan radiator.

Mari kita mulai saja pembahasannya.

Fungsi radiator pada mobil

Hampir semua mobil saat ini sudah menggunakan sistem pendingin mesin dengan media air bukan sistem pendingin udara seperti mobil-mobil dulu.

Jadi pastinya anda akan selalu ketemu radiator pada mobil.

Fungsi radiator pada mobil adalah untuk mendinginkan cairan pendingin yang sudah mengambil panas dari water jacket di dalam mesin.

Sekedar pengingat

Didalam mesin mobil terjadi reaksi pembakaran yang menimbulkan panas. Dan panas ini sebagian akan diserap oleh air pendingin saat melewati water jacket. Selanjutnya setelah thermostat membuka maka air pendingin tadi akan mengalir ke radiator bagian atas untuk didinginkan didalam radiator.

Jadi untuk memeriksa apakah radiator berfungsi atau tidak, kita bisa mengecek pada jalur masuk radiator dan jalur keluar radiator. Seharusnya disini ada perbedaan temperatur yang cukup besar.

Jika tidak, kemungkinan radiator bermasalah. Bagaimana mengeceknya, silahkan baca dibawah pada topik cara pemeriksaan fungsi radiator

Bagian-bagian radiator mobil

komponen radiator mobil

Seperti terlihat pada gambar diatas, bagian-bagian radiator atau komponen radiator ada beberapa antara lain:

Upper tank - atau tangki atas yang menampung air pendingin yang disalurkan dari mesin. Uper tank ini bentuknya memanjang dan umumnya terletak di bagian atas radiator. Walaupu sesekali akan anda jumpai bentuknya memanjang kebawah.

Radiator core - komponen radiator mobil yang satu ini terdiri dari pipa-pipa pipih yang menghubungkan upper tank dan lower tank. Air pendingin yang panas akan mengalir ke lower tank dan dalam perjalanannya didinginkan oleh sirip-sirip.

Lower tank - tangki bawah ini menampung air pendingin sebelum kembali ke mesin. Kondisi air akan lebih dingin dibandingkan dengan upper tank

Sirip radiator - berfungsi untuk memperluas bidang pendinginan. Bentuknya tipis dan meliuk-liuk supaya bisa mengambil panas dari radiator core lebih banyak

Drain bolt - berfungsi untuk pembuangan air radiator. Ketika kita hendak menguras air radiator, maka kita dengan mudah membukanya dari baut pembuangan ini. Jika mampet, kita bisa tiup balik atau dirojok dengan kawat.

Radiator cap - tutup radiator berperan penting dalam sistem pendingin. Karena bukan saja mencegah air tumpah tetapi menjaga tekanan kerja didalam radiator. Pada beberapa model, anda akan jumpai radiator yang tidak memiliki tutup radiator karena ada pada reservoir

Cooler AT - terdapat didalam lower tank dan berfungsi untuk mendinginkan ATF dari transmisi matic. Jika bocor, oli ATF bisa bercampur dengan air pendingin. Model ini tentunya hanya pada mobil dengan transmisi matic

Bagaimana cara kerja radiator

Ketika membahas cara kerja radiator, memang tidak bisa lepas dari kinerja komponen-komponen sistem pendingin mesin. Diantaranya thermostat, pompa air, kipas pendingin dan juga tutup radiator

Berikut ini adalah cara kerja radiator mobil

Ketika mesin sudah mencapai temperatur kerja, maka thermostat akan terbuka. Cairan pendingin dari mesin akan mengalir ke upper tank melalui selang atas dan selanjutnya akan mengalir melalui pipa-pipa radiator radiator core atau kadang disebut tube

Ketika melewati tube yang tipis ini panas air radiator akan diserap oleh kisi-kisi yang sayang banyak. Selanjutnya kisi-kisi ini akan membuang panas ke udara ketika mobil berjalan atau karena kipas radiator yang berputar.

Jadi ketika mencapai lower tank, air pendingin sudah lebih dingin dan siap disalurkan kedalam mesin kembali oleh pompa air (water pump).

Merawat radiator mobil

Setelah tahu tentang fungsi dan cara kerjanya, selanjutnya bagaimana cara kita merawat radiator agar awet.

Perlu diingat radiator mobil lama bahannya menggunakan tembaga dan aluminium, sedangkan model-model baru menggunakan plastik dan aluminium. 

Apakah dengan berbeda bahan perawatan jadi berbeda? 

Belum tentu, pada prinsipnya yang harus dilakukan adalah hal-hal berikut ini

1. Jangan gunakan air keran untuk mengisi radiator.

Memang air pendingin yang dianjurkan oleh pabrik adalah air coolant. Karena air coolant ini memang diformulasikan khusus untuk sistem pendingin.

Kalaupun harus menambah air, sebaiknya gunakan air suling jangan air keran. Apalagi kita ada didaerah pantai yang kandungan garamnya cukup tinggi. Atau air keran kita mengandung kapur yang cukup tinggi.

Silahkan amati pada bagian sekitar keran apakah berkapur atau berkarat.

Jika iya dan kita paksa gunakan, komponen-komponen sistem pendingin terutama radiator bisa berkarat atau tersumbat oleh kapur-kapur.

2. Bersihkan sirip radiator secara berkala

Membersihkannya dengan cara disemprot udara bertekanan. Mungkin kita bisa minta tolong ketika mencuci mobil.

Apa jadinya jika kisi-kisi kotor?

Jika kisi-kisi kotor bisa menyebabkan penyerapan panas dari radiator kurang optimal karena aliran udara yang terhambat

3. Ganti coolant secara berkala

Coolant yang lama tidak diganti tentunya kualitasnya akan berkurang, sehingga kemampuan mencegah karat dan anti bekunya akan berkurang.

Kami pernah jumpai air pendingin mengental seperti lendir. Hati-hati hal ini bisa menyumbat tube sehingga aliran pada radiator terganggu.

Kerusakan pada radiator

Walaupun kita sudah melakukan perawatan pada radiator mobil, tetapi tetap saja ada kemungkinan radiator rusak. Bisa saja kerusakan terjadi karena faktor lain tetapi memang cukup banyak juga kasus karena minim perawatan.

Apa saja kerusakan yang mungkin terjadi pada radiator?

1. Radiator bocor

Kebocoran radiator bisa saja terjadi karena efek benturan, tetapi bisa juga karena korosi. Tetapi bisa juga karena perapat pada radiator sudah retak-retak sehingga rembes.

Untuk mengetahui radiator bocor terkadang tidaklah mudah.

Jika kondisisnya masih rembes, terkadang tidak terlihat ketika panas karena terlanjur menguap. Memang terkadang kita perlu peralatan radiator tester untuk memastikan kebocoran tersebut ketika mesin dingin.

Jadi dengan alat ini sistem pendingin akan diberi tekanan sesuai dengan tekanan kerja yang tertulis pada tutup radiator. Sehingga kondisi tekanannya mirip dengan kondisi ketika mesin pandas dan bekerja.

2. Radiator mampet

Kasus radiator mampet biasanya terjadi pada mobil yang memiliki jarak tempuh yang tinggi. Kotoran baik itu kapur atau endapan lain bisa menyumbat saluran radiator core.

Jika ini terjadi, maka aliran air pendingin akan terhambat menuju lower tank sehingga pendinginan radiator tidak merata.

Tetapi kami pernah beberapa kali mengalami radiator mampet meskipun kondisinya relatif baru. Waktu itu ketika di periksa dengan thermometer pada lower tank, temperaturnya terlihat tidak jauh berbeda dengan upper tank

Itu artinya pendinginan tidak efektif dan radiator tidak bekerja.

3. Radiator bercampur oli

Kasus ini bisa terjadi pada mobil matic, ATF bercampur dengan air radiator karena cooler bocor. Penyebabnya bisa karena korosi yang disebabkan oleh air radiator sembarangan.

Jika hal ini terjadi, terpaksa kita harus ganti radiator dan kemudian membilas semua saluran sistem pendingin.

Yang cukup repot jika ada seal-seal yang terlanjur melar karena oli. Kemungkinan kebocoran akan terjadi pada bagian-bagian yang lain. 

4. Radiator panas

Radiator panas bisa terjadi karena kisi-kisi yang kotor atau karena faktor eksternal yaitu dari kipas radiator yang tidak bekerja dengan baik.

Kotoran akan menghambat aliran udara seperti halnya kipas angin atau ac rumah kita.

Kisi-kisi yang berdebu bisa dicek dengan ditiup menggunakan udara bertekanan. Jika debunya cukup banyak sebaiknya dilakukan pembersihan

Efek kerusakan radiator

Dari kerusakan raditor yang sudah kita bahas tadi tentunya akan berefek pada mesin. Kira-kira apa yang terjadi pada mesin? 

Mesin akan mengalami overheat atau panas yang berlebihan. Jika diperhatikan jarum temperatur mesin akan naik lebih dari setengah.

Pada kondisi seperti ini, sebaiknya segera minggir dan matikan mesin. Selanjutnya lakukan pemeriksaan.

Jika dibiarkan dan kendaraan tetap dikendarai, efeknya mesin bisa saja macet dan mogok. Biaya yang harus dikeluarkan tentunya akan jauh lebih banyak karena harus overhaul.

salam kunci

 

1 komentar untuk "Begini Fungsi Radiator Mobil dan Cara Kerjanya. Apa Efeknya Jika Rusak?"

  1. Fungsi radiator pada mobil adalah untuk mendinginkan cairan pendingin yang sudah mengambil panas dari water jacket di dalam mesin.

    Dari kerusakan raditor yang sudah kita bahas tadi tentunya akan berefek pada mesin Kira-kira apa yang terjadi pada mesin?

    Mesin akan mengalami overheat atau panas yang berlebihan. Jika diperhatikan jarum temperatur mesin akan naik lebih dan setengah.

    Jika dibiarkan dan kendaraan tetap dikendarai, efeknya mesin bisa saja macet dan mogok.

    BalasHapus