Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

11 Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas yang Harus Anda Waspadai

penyebab mesin mobil cepat panas

Kali ini kami akan membahas tentang penyebab mesin mobil cepat panas atau overheating. Overheating adalah kondisi dimana temperatur mesin diatas suhu kerjanya.

Jika dilihat pada dashboard biasanya ditandai dengan indikator lampu merah atau jika menggunakan jarum maka posisinya hampir mendekati warna merah.

Jika melihat efek dari overheating terhadap mesin, sebaiknya kita jangan sepelekan gejala tersebut. Dari pada nanti mobil mogok dan mati karena dipaksa jalan. 

Kadang-kadang saat mesin mengalami overheating bisa ditandai dengan mesin ngelitik dan juga AC terasa panas.

Kira-kira apa saja penyebab mesin mobil cepat panas?

Ini adalah daftar yang kami kumpulkan dari pengalaman kami dalam menangani berbagai merk kendaraan di Auto Service.

1. Air radiator habis atau berkurang.

Hampir semua mobil saat ini menggunakan sistem pendinginan air. Mungkin hanya beberapa tipe porsche lama atau vw kodok saja yang masih menggunakan sistem pendingin udara. Oleh sebab itu jika air radiator atau coolant bocor sistem pendinginan mesin akan terganggu.

Ciri-ciri ada kebocoran air ini bisa kita lihat dari jumlah air pada reservoir yang berkurang atau bahkan habis. 

Jika berkurang saja, mungkin kebocoran belum terlalu parah. Tetapi jika air sudah kosong, itu artinya kebocoran air sangat parah. Jika kita diamkan bisa overheating dan juga mogok.

Pada beberapa mobil Eropa, pada reservoir terdapat sensor kapasitas air pendingin sehingga ketika air berkurang akan ada pesan timbul di dashboard atau mungkin ada lampu indikator yang menyala. Jika iya, segera periksa kebengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Yang bocor sebelah mana?

Kemungkinan titik kebocoran air bisa bermacam-macam, bisa dari selang radiator, bisa juga dari komponen-komponen yang lain.

Ketika dibengkel, kami akan memeriksa kebocoran air radiator ini dengan radiator tester sehingga pemeriksaan lebih akurat dan tepat.

2. Drive belt putus

Drive belt atau V-belt yang putus bisa menyebabkan overheat. Ini hanya terjadi pada mobil-mobil yang menggunakan water pump yang diputar oleh drive belt.

Water pump tentunya tidak dapat bekerja ketika belt putus. Air pada sistem pendingin tidak akan bersirkulasi dengan baik sehingga panas mesin akan tertahan di mesin.

Ini yang menyebabkan temperatur mobil cepat panas.

Pada kebanyakan mobil saat ini, drive belt memutarkan beberapa komponen sekaligus seperti AC, alternator dan power steering. Jadi biasanya jika belt putus AC menjadi tidak dingin, lampu indikator aki menyala dan kemudi terasa berat. Tetapi itu semua tergantung pada konstruksinya.

3. Kerusakan pada water pump

Pada beberapa kasus akhir-akhir ini kami jumpai water pump yang rusak dan terlihat baling-balingnya oblak dan bahkan terlepas dari porosnya.

Jika diamati, water pump tersebut berkarat dan mengalami keausan pada porosnya sehingga baling-baling water pump menjadi kendor.

Untuk mendeteksi kerusakan dari water pump ini relatif cukup sulit jika tidak dibongkar. Tetapi bisa juga dengan melihat aliran air pada radiator apakah lancar atau tidak. Tetapi harus menggunakan bantuan thermometer infrared

4. Kipas radiator mati

Kipas radiator ini berfungsi untuk mendinginkan radiator. Jika kipas tidak bekerja dengan baik tentunya pertukaran panas didalam radiator tidak akan terjadi.

Penyebabnya bisa beberapa hal

Pada mobil dengan electric fan atau motor listrik, kipas radiator tidak bekerja bisa jadi karena sekring atau relay yang putus. Atau memang karena motor listriknya sudah tidak bekerja sehingga tidak sanggup memutarkan kipas.

Atau pada beberapa kasus bisa jadi modul kipasnya bermasalah. Ini hanya terjadi pada mobil-mobil premium yang sudah menggunakan modul kipas radiator terpisah.

Bagaimana pada model visco fan?

Pada model visco fan bisa juga terjadi jika cairan didalam viscofan sudah habis karena bocor. Hal ini tentunya akan membuat visco fan lemah sehingga tidak bisa mendinginkan radiator.

5. Sirkulasi air radiator bermasalah

Sirkulasi air radiator atau coolant yang lancar sangat diperlukan pada pendingin mesin. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa hal seperti water pump.

Tetapi bisa saja ada penyebab lain seperti karena radiator yang mampet. Radiator bisa saja mampet karena kandungan kapur didalamnya sudah terlalu banyak. Jika iya mungkin kita harus melakukan servis radiator jika masih bisa. Karena ada beberapa tipe radiator yang terbuat dari plastik tidak bisa diservis dengan baik.

Kemungkinan lain karena adanya udara palsu didalam sistem pendingin. Udara yang terjebak didalam sistem bisa mengurangi kemampuan pendinginan dari air dan terkesan aliran air tidak lancar.

6. Kerusakan tutup radiator

Kerusakan pada tutup raditor juga bisa menyebabkan mesin mobil cepat panas. Hal ini disebabkan karena air cepat menguap dan lama-lama air menjadi berkurang.

Atau pada tutup yang memiliki angka yang tinggi seperti 140 psi, jika tutup rusak dan bocor, air pendingin akan mendidih dan terlihat di reservoir.

Pada beberapa kasus mungkin bukan tutup radiatornya yang bermasalah tetapi karena reservoir sudah mengalami keausan sehingga tutup radiator tidak menutup rapat.

7. Kerusakan pada thermostat

Thermostat yang rusak dalam keadaan tertutup (tidak mau membuka) akan menyebabkan mesin cepat panas. Hal ini disebabkan karena air pendingin tidak bisa bersirkulasi dari mesin ke radiator untuk didinginkan.

Untuk memastikannya terkadang kita harus membuka thermostat untuk direbus diluar dan dipastikan apakah mau terbuka sesuai suhu kerjanya atau tidak.

8. Sirip-sirip radiator kotor

Meskipun terkesan sepele tetapi sirip-sirip yang kotor akan mengurangi kemampuan pertukaran panas pada radiator.

Aliran udara dari depan ketika mobil berjalan atau dari kipas akan terhambat sehingga air radiator akan lebih panas ketikan menuju mesin. Hal ini bisa menyebabkan mobil cepat panas.

9. Oli mesin yang memburuk

Salah satu fungsi oli mesin adalah mendinginkan mesin. Jika kualitas oli mesin sudah memburuk maka kemampuannya juga berkurang. Bisa jadi karena kita tidak rutin dalam mengganti oli atau mungkin salah memilih kualitas oli mesin.

Jika kemampuan oli mesin memburuk, gesekan mesin juga semakin terasa, hal ini tentunya akan meningkatkan panas mesin.

10. Tidak menggunakan BBM yang tepat.

BBM atau bahan bakar ternyata juga berpengaruh. Pada mobil-mobil yang mensyaratkan oktan yang tinggi bisa jadi cukup riskan ketika kita menggunakan oktan yang lebih rendah.

Hal ini bisa menyebabkan mesin ngelitik karena knocking. Pembakaran yang tidak sempurna akan dapat menyebabkan temperatur mesin cepat panas

11. Oli bercampur dengan air atau sebaliknya

Pada beberapa kasus yang kami temui, mesin mobil cepat panas bisa dikarenakan oli bercampur dengan air atau sebaliknya. 

Hal ini bisa disebabkan karena kebocoran pada oil cooler atau pada paking kepala silinder. Tentunya hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.





Posting Komentar untuk "11 Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas yang Harus Anda Waspadai"