Sistem Pengapian Konvensional : Komponen, Fungsi dan Cara Kerjanya pada Mobil

Mesin bensin memerlukan sistem pengapian untuk menyalakan campuran udara dan bahan bakar.

Seperti yang sudah kita pelajari pada mesin 4 tak bensin, pada akhir langkah kompressi busi akan memercikan bunga api untuk melakukan pembakaran.

Masih ingat kan? 

Jika lupa silahkan pelajari dulu disini.

Fungsi sistem pengapian adalah untuk menaikan tegangan baterai menjadi 5 kV atau lebih dengan menggunakan ignition coil. Dan kemudian membagikan tegangan tinggi tersebut ke masing-masing busi.

Disini kita akan membahas sistem pengapian konvensional terlebih dahulu. Walaupun sudah cukup jarang ditemui tetapi penting untuk dipelajari. Agar nanti lebih mudah mempelajari sistem yang baru.

A. Komponen sistem pengapian konvensional dan fungsinya

Paling tidak terdapat 5 komponen sistem pengapian konvensional. Secara singkat akan kita bahas fungsi dari komponen tersebut

sistem pengapian konvensional

Keterangan gambar
  1. Baterai
  2. Sekring (fuse)
  3. Kunci kontak
  4. Koil pengapian (Ignition coil)
  5. Kontak platina (breaker point)
  6. Condensor
  7. Rotor
  8. Tutup distributor
  9. Kabel tegangan tinggi
  10. Kabel busi
  11. Busi (spark plug)
Kita tidak akan bahas sesuai urutan diatas tentang fungsinya.

1. Baterai

Baterai ini berfungsi untuk menyediakan arus listrik tegangan rendah untuk ignition coil. Umumnya besarannya adalah 12 V.

2. Ignition Coil

Fungsi dari ignition coil adalah menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan yang tinggi.

Prinsip kerjanya adalah hukum faraday. 



Nah pengganti magnet permanen diatas (yang di gerakkan jauh dekat) adalah lilitan primer coil.

3. Distributor

Distributor terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Berikut adalah bagian-bagiannya
  • Tutup distributor atau distributor cap, berfungsi membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel teganggan tinggi untuk masing-masing silinder
  • Rotor, berfungsi membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi
  • Cam (nok), berfungsi sebagai pembuka breaker point pada waktu yang tepat
  • Breaker point (platina), berfungsi untuk memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil. Tujuannya agar terjadi induksi tegangan  tinggi pada lilitan sekunder koil
  • Condenser/ Capasitor, berfungsi menyerap lincatan bunga api pada saat platina membuka.
  • Centrifugal advancer, berfungsi untuk memajukan pengapian sesuai denga putaran mesin
  • Vacuum advancer, memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin

4. Kabel tegangan tinggi

Berfungsi untuk mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi

5. Busi

Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga api melalui elektrodanya.

B. Cara kerja sistem pengapian konvensional

Cara kerja mesin akan kita bahas pada saat kunci kontak ON dan ketik mesin hidup.

1. Ketika kunci kontak ON

Ketika kunci kontak on arus dari baterai akan mengalir menuju positif coil. Tentu saja melalui fuse dan kunci kontak terlebih dahulu.

Selanjutnya arus akan mengalir ke lilitan primer dan mencari massa

Anggap saja platina sedang pada posisi menutup ya, sehingga arus akan mengalir langsung kemassa. Dan akibatnya terjadi kemagnetan pada lilitan primer coil.

Cara kerja sistem pengapian konvensional


2. Ketika mobil di start dan ketika mesin hidup

Ketika mobil di starter, maka cam dalam distributor akan berputar, sehingga akan membuka contact breaker point (platina).

Pada saat itu, kemagnetan pada primer coil akan hilang secara tiba-tiba. 

Sehingga terjadi induksi tegangan tinggi pada lilitan sekunder yang selanjutnya disalurkan ke kabel tegangan tinggi >> distributor >> rotor >> kabel busi dan terakhir ke busi.

Cara kerja sistem pengapian konvensional


Maka terjadilah pembakaran di ruang silinder

Proses diatas terjadi terus menerus selama mesin hidup.

Kesimpulan Awal.

Proses terjadinya induksi tegangan tinggi adalah ketika kontak platina tiba-tiba terbuka. Dan saat inilah terjadi pengapian.




No comments for "Sistem Pengapian Konvensional : Komponen, Fungsi dan Cara Kerjanya pada Mobil"