Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Sistem Bahan Bakar EFI (Injeksi Bensin) pada Mobil

Kebanyakan mobil bensin saat ini sudah menggunakan sistem bahan bakar EFI atau Electronic Fuel Injection.

Tapi apakah anda tahu jika EFI adalah merk dagang Toyota dan Daihatsu ?

Hati-hati lho !

Kalau kita sebut-sebut EFI terus, nanti ECI milik Mitsubishi bisa cemburu lho, (hehe). Belum lagi PGMFI milik Honda, dan masih banyak lagi.

Tetapi apapun penamaanya, secara prinsip sama yaitu mengatur mengatur pencampuran bahan bakar dan udara.

Pada mobil injeksi (EFI) jumlah bahan bakar diatur lebih akurat oleh komputer. Caranya komputer mengatur bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor ke intake manifold.

Sistem Injeksi (EFI) ini menentukan jumlah bahan bakar yang optimal disesuaikan dengan beberapa faktor, yaitu:
  • Jumlah udara
  • Kecepatan mesin
  • temperatur udara masuk
  • temperatur air pendingin,
  • posisi pembukaan throttle
  • dan lain-lain
Sistem injeksi EFI ini menjamin perbandingan udara dan bahan bakar yang ideal dan efisiensi bahan bakar yang tinggi pada setiap saat.

Mari kita pelajari.

A. Macam-macam sistem EFI

Untuk macam-macam sistem injeksi, sudah pernah kami bahas sebenarnya. Jadi disini, kami hanya ingin membahas dua tipe yang paling umum digunakan sekarang.

1. Sistem D-EFI 

sistem bahan bakar EFI (injeksi bensin) tipe D


Tipe D-EFI ini mengukur tekanan udara dalam intake manifold dan kemudian melakukan perhitungan jumlah udara yang masuk.

Tapi, memang ada sedikit kelemahan yaitu :

Ketika sensor membaca tekanan didalam intake manifold, ECU akan menghitung konversi jumlah udaranya. Disini yang terkadang membuat perhitungan udara sedikit kurang akurat.

Penggunaan sistem ini digunakan pada beberapa kendaraan

Avanza generasi pertama, xenia generasi pertama, honda jazz, dll

Hanya saja kami liha Avanza dual VVT-i sudah menggunakan LH

2. Sistem LH-EFI

sistem bahan bakar EFI (injeksi bensin) tipe LH


Dalam sistem LH-EFI, airflow meter langsung mengukur jumlah udara yang mengalir melalui intake manifold. Air mass mengukur massa udara yang masuk dengan sangat akurat. Sehingga bisa mengontrol penginjeksian lebih tepat.

Pada prakteknya,

Beberapa kendaraan mengkombinasikan keduanya. 

Kami jumpai di mobil mazda 2, Land Rover Evoque 2.0 menggunakan dua pengukur udara yaitu Airmass sensor dan juga MAP sensor. 

Dan mungkin nanti daftarnya akan lebih banyak lagi.

B. Susunan dasar sistem bahan bakar injeksi

Sistem bahan bakar injeksi dibagi menjadi tiga sistem fungsional yaitu ;
  • Sistem bahan bakar
  • Sistem induksi udara
  • Sistem pengontrol elektronik
Pada kendaraan saat ini, sistem pengapian juga sudah dikontrol oleh ECU menjadi satu kesatuan dengan sistem bahan bakar.

Jika di eropa disebutnya dengan motronic atau juga disebut sebagai engine management system.

1. Sistem bahan bakar

sistem bahan bakar EFI


Bahan bakar dihisap dari tangki oleh fuel pump yang dikirim ke injektor.

Pada beberapa model, alirannya adalah mulai dari tangki >> pompa >> filter >> rail >> dan injektor.

Contohnya pada Kijang Innova

Pada model lain, aliranya adalah dari tangki >> filter >> pompa >> rail >>dan injektor.

Contohnya pada Avanza dan xenia.

Tekanan dalam saluran bahan bakar dikontrol oleh pressure regulator. Kelebihan bahan bakar akan dialirkan kembali ke tangki.


2. Sistem Induksi Udara

sistem induksi udara EFI


Udara bersih dari saringan udara masuk ke dalam saluran. 

Pada tipa LH EFI, udara yang masuk akan diukur dulu oleh Airmass Sensor. Baik jumlahnya maupun temperaturnya.

Banyaknya udara yang masuk kedalam intake chamber tergantung dari pembukaan throttle. Aliran udara akan masuk ke intake manifold kemudian kedalam ruang bakar.

Untuk tipe D EFI, udara baru diukur setelah masuk kedalam intake manifold. Dan yang diukur adalah tekanan udara yang ada didalam manifold

Bila mesin dalam keadaan dingin dan throttle tertutup, maka idle speed control akan mengalirkan udara langsung kedalam intake chamber tanpa melalui throttle.

Idle speed control ini akan menambah udara pada saat pemanasan awal, sehingga putaran mesin akan lebih tinggi.

Pada tipe mobil yang sudah menggunakan throttle drive by wire, biasanya sudah tidak menggunakan idle speed control lagi. Karena yang diatur adalah pembukaan throttle pada saat dingin.

3. Sistem pengontrol elektronik

Sistem pengontrol elektronik terdiri atas sensor-sensor yang berfungsi untuk mendeteksi kondisi kerja mesin.

Juga termasuk ECU yang menentukan ketepatan jumlah penginjeksian bahan bakar sesuai dengan sinyal yang diterima dari sensor-sensor.

Sensor-sensor ini mengukur udara yang terhisap, beban mesin, temperatur air pendingin, temperatur udara, saat akselerasi dan deselerasi dan kemudian dikirim ke komputer.

Komputer menghitung dengan tepat jumlah penginjeksian bahan bakar atas dasar informasi dari sensor-sensor tadi.

Selanjutnya komputer akan mengirimkan sinyal injeksi yang diperlukan ke injektor-injektor.





Post a Comment for "Mengenal Sistem Bahan Bakar EFI (Injeksi Bensin) pada Mobil"

Berlangganan via Email