Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Tipe Sistem Injeksi Bahan Bakar Bensin

Sebelum belajar tentang EFI, ada baiknya kita mengetahui perbedaan beberapa tipe sistem injeksi bahan bakar bensin. Secara umum, kalau kita amati, paling tidak ada 6 tipe yang digunakan pada mobil.

Kenapa harus tahu?

Ketika kita mengerjakan mobil EFI yang bermasalah, akan lebih enak kalau kita mengetahui tipe dan skemanya terlebih dahulu.

Contoh : Jika kita menghadapi mobil tipe LH Injeksi yang campurannya terlalu kurus. Salah satu yang bisa kita curigai adalah air mass. Agak repot kan kalau kita tidak tahu.


A. Sistem injeksi bahan bakar tipe D

Sistem injeksi bahan bakar bensin tipe D ini memiliki ciri yaitu menggunakan sensor tekanan udara untuk mengukur jumlah udara yang masuk kedalam silinder. Contoh pada gambar diatas adalah pada mobil avanza ataupun xenia.



Kenapa disebut tipe D ?

Huruf D berasal dari kata "Druck" (bahasa jerman) yang artinya adalah tekanan. Sistem D sebenarnya dikembangkan sekitar 1967-1979. Pada waktu itu sistem injeksi tipe D yang belum full elektronik atau dikenal dengan istilah D-Jetronic

Kevakuman didalam intake manifold diukur oleh sensor untuk menentukan lamanya penginjeksian. Sensor yang digunakanan adalah sensor MAP (Manifold Absolute Pressure). MAP Sensor ini yang mengukur tekanan absolut yang ada di intake manifold. Dan tekanan ini yang dijadikan sebagai ukuran banyaknya udara yang masuk ke dalam silinder.

Mobil-mobil saat ini yang menggunakan sistem injeksi tipe D adalah Toyota Avanza, Daihatsu Xenia (kecuali model baru). Selain itu Honda Jazz, city, dll.

Berikut ini kami contohkan skema sistem injeksi tipe D.



Keterangan gambar
  1. Fuel Tank
  2. Fuel Pump
  3. Fuel Filter
  4. Fuel Pressure Regulator
  5. Injector
  6. MAP Sensor
  7. Throttle Position Sensor
  8. Idle Speed Control
  9. Water Temperature Sensor
  10. Crankshaft Position Sensor
  11. Oksigen Sensor
  12. Oksigen Sensor
  13. Electronic Control Unit

B. Sistem injeksi bahan bakar tipe K

Huruf K berasal dari kata "kontinuierlich" yang artinya terus-menerus. Sistem injeksi tipe K dikembangkan tahun 1973-1994. Tipe K sudah jarang kami jumpai, karena untuk di Indonesia lebih banyak digunakan pada mobil mercedes tahun 80-90an.

Jadi penyemprotan bahan bakar dilakukan secara mekanis dan terus menerus ke dalam intake manifold. Injektor akan terbuka selama tekanan bahan bakar sanggup membuka nozzlenya.

Jika dilihat dari sejarah,

C. Tipe injeksi bahan bakar tipe KE

Masih sama dengan tipe K, tetapi ada penambahan komponen elektronik untuk mengatur aliran bahan bakar. Komponen tersebut adalah electro-hidraulic actuator.

Sistem ini dikembangkan pada tahhun 1985-1993 dan untuk di indonesia digunakan di mobil mercedes.



D. Tipe injeksi bahan bakar tipe L


Ciri-ciri sistem injeksi ini menggunakan air flow meter untuk mengukur udaranya. Kalau untuk mobilnya sudah agak jarang juga kami temui.

Kata L merupakan singkatan dari Luft yang artinya udara. Jadi pada tipe L ini, aliran udara di ukur oleh air flow sensor sebelum masuk ke dalam silinder.

Jumlah udara yang masuk ini nantinya akan menentukan banyaknya bahan bakar yang di semprotkan ke dalam silinder


E. Sistem injeksi tipe LH

Dewasa ini selain tipe D, kebanyakan mobil menggunakan tipe LH ini. Ciri-ciri tipe LH adalah menggunakan airmass sensor sebagai pengukur udara.

Seperti contoh diatas adalah pada mobil innova new born. Bahkan avanza dan xenia yang bermesin baru sudah menggunakan tipe LH.


F. Sistem injeksi tipe Mono


Tipe mono ini hampir mirip seperti karburator. Dia hanya menggunakan 1 injektor di tengah-tengah untuk menyuplai semua silinder.

Kami pernah menjumpai tipe ini pada mobil holden milik kedutaan. Sayangnya setelah itu kami tidak pernah melihat sistem injeksi tipe mono



Itu tadi 6 tipe injeksi yang mungkin akan sobat monta temui pada mobil. Kami harap sobat monta sudah bisa membedakan tipe-tipe injeksi.


Salam kunci

Posting Komentar untuk "6 Tipe Sistem Injeksi Bahan Bakar Bensin"

Berlangganan via Email