Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Macam Sistem Pengapian dan Pengertiannya

5 macam sistem pengapian dan pengertiannya


Pada topik ini kami ingin membahas macam-macam sistem pengapian dan pengertiannya.

Mesin bensin tentunya memerlukan sistem pengapian untuk membakar campuran udara dan bahan bakar didalam mesinnya.

Dan seiring perkembangan teknologi, sistem pengapian juga ikut dikembangkan menjadi bermacam-macam sistem pengapian.

Tentunya, sebagai mekanik kita harus bisa mengidentifikasi sistem pengapian yang dikerjakannya. Supaya perawatan dan perbaikan yang dilakukan menjadi lebih tepat.

Berikut ini 5 macam sistem pengapian dan pengertiannya

1. Sistem pengapian konvensional



Sistem pengapian konvensional ini dikenal juga dengan istilah sistem pengapian baterai. 

Ciri yang paling mendasar dari sistem pengapian konvensional adalah adanya breaker point (kontak platina). Fungsi dari kontak platina ini adalah untuk membangkitkan induksi tegangan tinggi didalam koil dengan menghubung dan memutuskan arus primer koil secara mekanis.

Sistem pengapina ini bisa kita jumpai pada mobil-mobil lama seperti Toyota kijang super, Suzuki Carry, Zebra, dll

2. Sistem Pengapian Transistor

Pengertian sistem pengapian transisor ini adalah sistem pengapian yang bekerja secara elektronik dengan menggunakan transistor untuk memutuskan arus primer pada koil pengapian.

Walaupun pada awalnya juga masih ada beberapa tipe yang masih menggunakan breaker point untuk memutuskannya. Tipe ini adalah tipe semi transistor.

Sistem pengapian tipe transistor ini digunakan pada mobil seperti pontia 1963, corvettes di tahun 60-an , dll. Dan pastinya mobil-mobil tersebut sulit dijumpai di Indonesia

3. Sistem Pengapian CDI

Pengertian sistem pengapian CDI adalah sistem pengapian elektronik yang menggunakan kapasitor sebagai media penghasil induksi koil pengapian

Singkatan dari CDI adalah Capasitor Discharge Ignition. Jadi disini kapasitor akan menyimpan arus dan akan dipicu oleh pulser untuk mengeluarkan arusnya ke koil pengapian. Sehingga terjadilah induksi pada koil pengapian.

Sistem ini paling banyak digunakan pada sepeda motor. Untuk mobil bisa anda jumpai pada suzuki carry, kijang super, dll. Dan beberapa mobil dengan pengapian konvensional banyak juga yang dimodifikasi dengan sistem CDI

4. Direct Ignition Spark

direct ignition spark


Pada mobil injeksi bensin, akan sering kita jumpai setiap silinder mempunyai koil pengapian masing-masing. Jika mesin memiliki 4 silinder, artinya jumlah koil juga 4 pc.

Waktu pengapian akan diatur secara elektronik oleh ECM (Engine Control Modul). Dan tentu saja terdapat sensor-sensor yang menginformasikan kondisi mesin.

Tipe pengapian ini bisa kita temukan pada Innova bensin, Xenia 1000 cc, Nissan Livina, dll

Hampir semua kendaraan yang beredar sudah menggunakan sistem pengapian DIS ini. Cukup pastikan apakah setiap silinder terdapat koil pengapian atau tidak.

5. Dual Spark Ignition

Tipe sistem pengapian berikutnya adalah dual spark. Satu koil pengapian akan melayani dua busi. Jadi pada mobil akan kita jumpai dua koil saja untuk mesin 4 silinder.

Untuk pemasangan tidak boleh sembarangan, karena kita harus mengikuti sesuai firing ordernya. Umumnya koil silinder 1 akan melayani juga silinder 4. Dan untuk silinder 2 digabung dengan silinder 3.

Pada beberapa tipe mobil, kita bisa menjumpai 1 silinder memiliki 2 busi dan dilayani oleh 1 koil pengapian. Tipe ini adalah tipe double spark.

Demikian tadi adalah 5 macam sistem pengapian dan pengertiannya. Kedepan sistem pengapian yang akan kita temui adalah tipe Direct Ignition System dan Dual Spark Ignition

2 komentar untuk "5 Macam Sistem Pengapian dan Pengertiannya"

  1. •Sistem Pengapian.
    Sistem pengapian merupakan rangkaian mekatronika yang membantu membangkitkan percikan api melalui pemutusan arus. Percikan api tersebut memanfaatkan energi listrik bertegangan tinggi yang didapatkan dari induksi pada coil.

    Sistem pengapian Terdiri dari beberapa macam yaitu; Sistem pengapian konvensional, sistem pengapian transistor, sistem pengapian CDI, Direct Ignition spark, Dual Spark Ignition.

    1. Sistem pengapian konvensional
    Sistem pengapian konvensional adalah pengapian yg menggunakan Breaker point atau kontak platina sebagai pembangkit induksi tegangan tinggi didalam koil dengan menghubungkan dan memutuskan arus primer koil secara mekanis.
    2. Sistem pengapian Transistor
    Sistem pengapian Transistor adalah sistem pengapian yang bekerja secara elektronik dengan menggunakan transistor sebagai pemutus arus primer koil pengapian.
    3. Sistem pengapian CDI
    Pengapian CDI adalah pengapian yg bekerja secara elektronik dengan menggunakan kapasitor sebagai media penghasil induksi koil pengapian. CDI adalah singkatan dari
    Capasitor Discharge Ignition. Kapasitor tersebut akan menyimpan arus dan akan dipicu oleh pulser untuk mengeluarkan arusnya ke koil pengapian.
    4. Direct spark ignition
    Sistem pengapian akan di atur secara elektronik oleh ECM (electrical control modul) melalui sensor sensor yg berada di dalam ruang mesin. Tipe pengapian ini terdapat satu koil di masing masing silinder, misal 4 silinder maka koil nya juga ada 4.
    5. Dual spark Ingition
    Tipe pengapian ini menggunakan satu koil untuk melayani dua busi, jadi jika mobil memiliki 4 silinder maka jumlah koil nya ada 2.
    Dan pemasangannya juga harus mengikuti seuai firing ordernya misal koil yg melayani silinder 1 dan juga silinder 4 dan koil yg melayani silinder 2 digabung dengan silinder 3.
    Juga terdapat mobil yg memiliki 2 busi dalam satu silinder dan juga satu koil. Tipe ini disebut tipe double spark.

    BalasHapus
  2. Mobil bensin membutuhkan sistem pengapian untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam mesin. Ada 5 macam sistem pengapian, yaitu :
    1. Sistem pengapian konvensional
    2. Sistem pengapian transistor
    3. Sistem pengapian CDI
    4. Direct Ignition Spark
    5. Dual Spark Ignition

    BalasHapus